Para pembaca yang baik, kenalkan aku sebut aja rhom,aku langsung aja ya aku terus terang suka sekali nonton BF, ini berawal ketika aku diajak oleh teman nonton gituan yang selanjutnya jadi ketagihan deh jadinya dan pada suatu malam aku lagi pengen nonton ni maka aku langsung sewa aja vcd porno lewat temanku.terus aku setel wah… adegannya sangat menggairahkan sekali membuat aku terangsang dan jadi ingat ama bibiku yang cantik sexy dan masih muda lagi lalu entah kenapa aku jadi mengkhayal bibiku. Terasa bahwa aku bertemu dengan bibiku waktu aku – untuk mengantarkan sesuatu untuk pamanku yang ketika itu lagi tugas keluar kota “wah kebetulan sekali dalam hatiku”? mungkin malam ini aku bisa entotan dengan bibiku yang cantik dan ini diperkuat dengan ajakannya untuk mimijit tubuhnya karena lelah bekerja seharian lalu kami pergi kekamarnya dan pintunya dikunci. “Bii..! kenapa ko dikunci sih …?tanyaku.” supaya tidak ada yang ganggu bibi… rhom?jawabnya. “yah udah.. kataku?” Aku sangat terkejut ketika melihat bibiku menanggalkan satu persatu pakaianya hingga hanya BH dan CDnya aja, dipijit kok pakai nanggalin pakaian segala, “dalam hatiku?”Waw…saat aku melihatnya burungku makin keras aja pas aku bengong, lalu bibiku bilang : “rhom kasihan tuh kontol kamu tersesak, cepat buka pakaianmu” pikirku dalam hati benar juga nih aku bakal entotan dgn bibiku dan dalam sekejap aku tinggal Cd aja. “Rhom … sini dong pijitin bibimu ini ya ?” lalu bibi tengkurap dan aku suruh duduk diantara kedua pahanya kemudian memijit bagian dada belakangnya. Bibi ku mendesah kekita aku menyentuk payudaranya yang montok dan besar ah… ohghh …uhh yeah…. teeruusss…. ya teruuss… pijit sayang sampai bawah, oh ..ya…terus…teeruss..ssipp…baaguuss… ya pada akhirnya tangan bibiku memegang tanganku supaya memijat-mijat payudaranya dari belakang saking enaknya sampai bibi kepalanya mengedangah keatas karena remasan tanganku kepayudaranya sekaligus kontolku menekan pas kepantanya yang indah, duh…bii.. eenaakkk teenann… oh yes.. teruss.. truss… bi maju mundulnya, iya sayang jawabnya” oohkhh… Ahh..uhh pas lagi asyik2nya. Tiba bibiku membalikkan badannya jadilah aku menindih bibiku yang mulus putih dan cantik lalu tanpa kata2 aku langsung lamot aja bibirnya yg merekah itu lalu kedua tanganku masih meremas payudarnya dan kontolku masih menggesek-gesek memeknya terasa hangat dan basah, iya..bagus rhom sayang…? terus gesek memekku rhom terus…truss…yaa sipp.. beri rangsanganmu. “Oh… bibii aku suka ini, ya aku juga sama rhom sayang,” selagi asik mengesek kontolku dan memainkan payudaranya tiba bibi menciumnya dengan ganas terus bicara : “udah dong sayang kenalan memek ama kontolnya?”, “ tapi sebelum masuk dijilati dulu ama bibimu ini ya?” mendengar omongan yang vulgar maka aku langsung mengambil posisi 69, cukup lama juga kami saling menjilati yang akhirnya bibiku bicara : “sayang bibi pengen kontolmu..? cepat udah gak tahan nih!!”, sama bi! aku juga pengen ngerasain memek bibiku yang udah lama ku inginkan”jawabku? mendengar begitu aku langsung aja berubah posisi aku diatas dengan melebarkan pahanya keatas lalu ku masukkan kontolku yang sama dah gak tahan pingin masuk ke sarangnya, yang akhirnya bless… aaahhkhh … ooaahhkh…. masuklah kontolku..? walaupun belum sepenuhnya maka dengan beberapa tusukan lagi dengan maju mundurnya pantatku dan juga pantat bibiku tuk membantu supaya cepat masuk semuanya, “blesss…bleess….oohhh…uhgghh…yaa…eenaakkk…yes..akhirnya jadi juga aku ngewe bibiku?” “tekan dulu yah sayang”katanya? Iya, emmhh …akhh ….oayehh….eeenak… bii..? Sekarang boleh genjot dan kocok memekku sayang? tanpa kata2 aku langsung mengocok memeknya dari lambat sampai cepat, “oohhkh… aahh… eehh.. yess itu sayang yang kumamu teeruuss… jangan berhenti ya”katanya? “Oh.. yess… this my like it emm…ahh… aku mengerang kenikmatan.” Bii !! ganti posisinya ya? kini aku ada dibawa bibiku lalu bibiku keatas terus secara perlahan dia memasukan memeknya yg udah licin dari tadi akhirnya “bless.. ahhh….oh…uuhh…jeritnya” terus pinggulnya naik turun ‘plaakk….pleekk…plookk….terdengar suara aneh dari bergeseknya kontolku dengan liang dan dinding memeknya yang enak sekali sulit dibayangkan dan rasanya kontolku diremas-remas oleh memeknya tiada ampun lagi. Dalam entotan tersebut memang memeknya sangat kesat sekali seakan-akan dipijat-pijat supaya tetap tegang serta supaya terus dalam memeknya dan paling buat aku lebih semangat lagi bibiku ngomong : “oh…rhom.. kontolmu enak dan nikmat skali boleh pinjam tiap hari kan?” kataku : “oh sangat boleh sekali, tuk menyenangkanya, pakailah kontolku sampai memekmu itu…aku tidak meneruskan bicaraku sebab sangat geri campur nikmat ketika aku digempur secara bertubi-tubi dan sangat cepat sekali bibiku naik turunkan pantatnya, dan dia sampai mendesah keras sekali saking enaknya : “ohhghh.. yess… aah.. duuhhh… aa..kuu…bisa ketagihan kontolmu rhom aku juga sama bi memek bibi enak sekali, lezat eemmhgh..uuuhh…yeahh…kataku dan mataku merem melek begitu juga bibi sayangku, pokoknya, gak bisa dibayangain deh.” Eweean kami sangat bergairah, semangat dan hebat sekali seperti malam pengantin aja kali, yang akhirnya juga kami berdua orgasme, sungguh ini jangan sekali ditemukan mencapaikan kenikmatan entotan secara bersamaan. Setelah beberapa menit kami lalu entotan lagi sampai jam 03 pagi sebab kesempatan ini jarang sekali makanya kami eweannya habis-habisan sampai 5 kali orgasme dengan variasi ngentot yg berbeda-beda.dan setelah itu kami pun akhirnya kecapaian habis pertempuran yg sengit tersebut dan langsung tidur dan baru saja beberapa jam sekitar jam enam pagi terasa kontolku ada yang mengulum-ngulum eh..eh…oh ternyata bibiku lagi asyiknya menjilati dan mengulum keluar masuk mulutnya sampai tangan kirinya mengorek-ngorek memeknya sendiri, wah…bi kenapa tidak bangunkan aku aja kita bisa entotan lagi kan? habis saya takut kamu lelah akibat pertempuran tadi malam, makanya saya gak bangunin katanya,? “Rhom memek bibi terasa gatal lagi nih barangkali memek bibi ketagihan kali yah, iyah kali jawabku?”pakai aja sepuasnya bi !dan ketika itu juga bibiku langsung menancapkan kontolku kememeknya yang udah merah dan siap bertempur lagi Rhom kamu tidur aja lagi ,biar kontolmu aja yang melayaniku, katanya? Dengan berbagai gerakannya yang bervariasi di naik turun, goyang kiri kanan supaya memeknya puas dan bibiku juga puas, lagi nikmat dan semangatnya tiba-tiba bibi berhenti katanya karena ada yang mengentuk pintu, rhom itu pamanmu datang kita cepetin eweannya ya? waktu itu pembaca bagaikan kami dikejar-kejar oleh setan kami saling gempur saling menyerang dan terdengar sangat jelas sekali suara dari bergeseknya kontolku ke liang kenikmatan oh…akh…..eehh.. oh…yesss… terusss… aku mau keluar bi !!sama aku juga mau keluar sayangku? baareenngg yaaa…1….. ... ...2… tig.. crrree ….cretttt…..crot…Ccrrootttt….ahkhk….aahh…aaahhhuuhh…yeess..akhirnya air maniku membanjiri memeknya dan aku terasa juga merasakan ada genangan air didalam memeknya. “Rhom bibi bangga, senang dan juga hebat sekali kita bisa entotan dengan kamu nanti eweaan lagi ya rhom? oke deh kataku ?” Dan setelah itu entah kenapa lalu aku ada yang ngebangunin eh… ternyata jam 8 pagi dalam hati sial hanya mimpi kirain beneran tapi ada untungnya lagi kan gak jadi dimarahin ama pamanku. ini bener ku alami aku gak bohong suer, makanya aku pengen sekali yang asli /yang beneran entotannya, “bagi cewek2 atau tante2 kaya yang memek lagi gatal&yang lagi kesepian boleh menghubungi aku secepatnya soalnya aku udah gak tahan lagi nih pengen nyobain langsung? please ya tolong?” “dan paling heboh sekali aku masih perjaka lo!!, bener… suer…. !perlu bukti?? Boleh! siap takut??” “makanya hubungi aku secepatnya ya jangan sampai keduluan orang lain, tapi sebelumnya ada syaratnya lo kalau mau ewean dengan saya?dan nanti aku kasih tau yah?” “sekali lagi kutunggu ya memeknya cw2 / tante2 yang kaya raya yang enak, nikmat, lezit dll,cepat ya!! aku mohon?? oke!!” makasih banyak atas callingnya.? tolong dengan sangat ya tulisan ku ini dimuat di nyamuk.com dan informasinya untuk aku mengenai keinginan aku tersebut, Makasih banyak deh tuk semuanya terutama nyamuk.com yang menayangkan tulisanku ini dan tak lupa pula pada cw2 / tante2 kaya yang pengen ngewe ama aku, serius nih!!hubingi aku di bung_rhom@yahoo.com
TAMAT
Pengalamanku Dengan Tante Leni
Nama saya alex kalau kalian sudah pernah baca story saya yang tentang obat awet mudanya Tante Erni di sini saya mau bagi pengalaman saya yang lain yaitu temannya Tante Erni namanya Tante Leni. Dan ini alami ketika umur saya masih sekitar 22. Saya sekarang berumur 25 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan garment. Tante Leni ini bisa aku gambarkan kurang lebih : pake kaca mata tingginya sekitar 170 cm dan beratnya sekita 59-60 kg orangnya putih asalnya dari bandung campur manado umurnya berkisar antara 37-40 tapi dia keliatan awet muda dan ku taksir tadinya baru berumur 29-32. Dia mempunyai seorang putri yang umurnya mungkin terpaut 3 tahun di bawahku dan ketika itu dia sedang sekolah di negeri kanguru untuk mepersiapkan kuliahnya nanti.
Tapi sayang ternyata Tante Leni ini seorang janda yang harus bercerai disaat umur perkawinannya baru berumur 3 tahun karena sang suami ternyata sudah mempunyai istri, Suami nya seorang pengusaha asal negri singa yang sangat lumayan. Dari hasil perceraian itu Tante Leni mendapatkan modal usaha yang cukup lumayan dan sampai sekarang bisa survive ( Hebat aku sangat mengaguminya )dengan membuka usaha garment. Tante Leni ini temen satu kelas aerobicnya Tante Erni dan aku sebenarnya sudah lumayan lama kenal tapi sebatas hanya sapa saja.
Singkat cerita, Siang itu hari kamis ,sehabis mengantar oom hary (suaminya Tante Erni ) ke airport, aku langsung menjemput kedua adikku yang cantik dari sekolahnya ( anaknya Tante Erni ) dan langsung aku menjemput Tante Erni di tempat senamnya. Sesampainya aku di sana, aku melihat Tante Erni sedang ngobrol dengan Tante Leni dan akupun langsung menyapa Tante Leni
" Siang Tante, apa kabar ? "
" Baik Lex kamu sendiri gimana " jawab Tante Leni
" Eh iya ni aku ikut mobil kamu yah bisa kan soalnya mobilku aku taruh di bengkel "
" ah kakak ini , kaya siapa aja " jawab Tante Erni.
Kami pun langsung pulang dengan terlebih dahulu mengatar Tante Leni ke rumahnya di bilangan kelapa gading. Kami hanya mapir sebentar dan langsung pulang ke rumah. Sesampainya dirumah Tante Erni aku langsung mencuci mobilnya Tante Erni, maklumlah sebenarnya aku dan keluarga Tante Erni sudah layak seperti saudara, dan dia dengan oom hari kadang sudah menganggap ku seperti anak angkatnya. Tak lama telpon Tante Erni berdering dan Tante Erni mengangkat nya , selang 3 menit Tante Erni memanggilku
" Alex, ada telpon " kata Tante Erni,
Akupun bingung dan berfikir dari siapa ?, aku langsung menghampiri Tante Erni dan langsung ku angkat telpon
" hallo.., ini siapa ? " tanya ku
" Ini Tante Leni Lex, Lex bisa gak tolong Tante besok yah Tante ada kerjaan tapi mobil Tantekan lagi di bengkel, nah Tante minta tolong yah Tante pinjem mobil Tante Erni tapi kamu anterin Tante yah Lex bisa kan ? " kata Tante Leni.
Lalu aku pun menengok Tante Erni dan dan Tante Erni pun menganggukan kepalanya
" Iya deh Tante tapi berapa lama ? " tanyaku
" Kamu bawa pakaian aja 3 atau 4 stel mungkin 2 hari Lex, bisa kan ? " kata Tante Leni
" Iyah deh Tante, so besok jam berapa aku jemput Tante di mana ? " kata ku kemudian
" kamu besok jam 9 sudah bisa jemput Tante di rumah yah Lex Tante tunggu besok, mana Tante Erni Lex, Tante mau bicara " sambil menyerahkan tepon ke Tante Erni aku pun langsung menyelesaikan mencuci mobil.
Malamnya Tante Erni ke rumahku dan ngobrol dengan mama. Disaat mama lagi dapet telpon Tante Erni bilang ke aku cuman
" Lex besok jangan ngecewain Tante yah "
Aku bingung apa maksud nya Tante Erni setelah itu Tante Erni pun pamit pulang.
Esoknya jam 8 aku sudah meluncur dan pamit dengan mamaku aku alasan ada acara ke puncak bareng temen, sesampainya di rumah Tante Leni ternyata dia sudah siap dan kami segera pergi ke lokasi kerjanya Tante Erni
" Tan ke mana ? " tanya ku
" Ke putri duyung cottage Lex " jawab Tante Leni .
hmmm Aku masih bingung ada apa sebenarnya. Sesampainya di cottage ternyata ada pagelaran rancangan seseorang yang namanya asing juga bagiku semacam fashoin show dengan sponsornya perusahaan garment Tante Erni, oo ini toh maksudnya ,dan kami langsung ke salah satu cottage yang telah di sewa Tante Leni. Wah bagus sekali,dan baru kali pertamanya aku ke tempar seperti ini.rumah dengan pemandangan pantai yang bagus dan indah. " Tan, jam berapa acaranya tan ? " tanya ku
" jam 7 sampe jam 9 " jawab Tante Leni dan waktu menunjukan pukul 12 siang ah capek sekali pikir ku dan aku langsung tidur di sofa sambil menonton siaran luar, dan Tante Leni langsung menemui kliennya dan tente Leni pun langsung meninggalkan aku seorang diri. Tanpa terasa aku terlelep dan tertidur hingga pukul 6 sore, tapi aku mendengar suara air di kamar mandi, dengan heran aku melihat ke kamar mandi ternyata pintunya di kunci dan aku memanggil
" Tan.. Tante.. "
" iyah Lex " jawab Tante Leni,
" Oh Tante Leni kukira siapa " gak tan alex kira siapa,
Aku langsung ke depan lagi dan mengangkat telpon ke receptionist untuk mengantarkan sepiring nasi goreng dan sebotol air mineral dingin. Tante Leni pun langsung keluar dari kamar mandi hanya dibalut handuk dan menghampiriku
" Lex kamu ikut nonton pagelaran nya ?" tanya Tante Leni
" hmmm... gak yah tan aku gak usah deh yah aku mau nonton tv aja yah " kata ku
" yah sudah kalau gitu kamu makan aja dulu ya" kata Tante Leni
Tante Leni pun langsung masuk kamar untuk memakai baju, aku penasaran juga ingin sekali aku melihat tubuh Tante Leni dengan hati-hati aku menuju pintu kamar tente Leni yang sedang memakai baju dengan mengintip dari lubang kunci aku melihat tubuh Tante Leni yang mulus putih dan sedang telanjang bulat dia sedang mengeringkan rambut nya dan tak lama pintu depanpun di ketuk, dengan sangat hati2 aku melangkah keluar ternyata room service mengantarkan pesananku. Aku langsung menyantap nya dan Tante Leni pun keluar dari kamarnya dengan gaun malam yang cantik
" Lex Tante tinggal dulu yah mungkin jam 10 Tante sudah balik yah " kata Tante Leni.
Aku pun langsung mengiyakan.
Tak terasa waktu menunjukkan jam 10.35 dan Tante Leni pun belum balik. Hmm aku pun sempat tertidur ayam . Aku mendengar pintu di kunci, kupicingkan mataku dan kulihat ternyata Tante Leni telah pulang. Sambil pura-pura tidur aku melihat Tante Leni menuju kamarnya dan tak lama berselang ternyata Tante Leni keluar dengan handuk menuju ke kamar mandi untuk berendam di bath tub dan kali ini pintu kamar mandi tidak ditutup Sambil berpura-pura aku bangun dan hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil, aku menuju ke sana dan pura-pura tanpa melihat Tante Leni yang sedang berendam. Lalu sambil melirik dan pura-pura kaget aku melihat Tante Leni
" Aduh sorry tan alex kira Tante sudah tidur "
" Ngak papa Lex Tante sudah tau kok tentang kamu dari Tante Erni " aku langsung cepat membetulkan celanaku dan keluar.
Tapi Tante Leni langsung mencegah ku dan mengajakku ke bath tub bersamanya
" Lex buka donk celananya ,Tante mau nih " kata Tante Leni sambil malu-malu aku mendekati bath tub dan langsung tangan
Tante Leni menyergap penisku yang ... ...setengah tegang dan celanaku langsung diturunkan hingga bagian bawah ku tanpa benang dan tangan Tante Leni langsung mengelus penisku dan mengokocoknya dengan mulut dengan posisi jongkok di bath tub. Aku hanya bisa diam sambil membuka kaosku aku merasakan kenikmatan yang lain
" acchhh... Tante aku ..aku.. "
Kataku sambil menggoyangkan pantatku maju mundur dan Tante Leni pun semakin cepat mengocokkan penisku didalam mulutnya dan tak lama aku sudah keluar
" Tante alex mau keluar tan " tapi Tante Leni tak menghiraukannya sambil badanku mengejang hebat, menyemburlah air mani ku ke dalam mulut Tante Leni. Tante Leni langsung menjilati penisku hingga bersih.
Setelah itu aku langsung membasuh penis ku dan keluar dari kamar mandi menuju ke sofa diikuti dengan Tante Leni. Kami berdua dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.
" Lex ternyata benar apa yang Tante Erni ceritakan padaku " kata Tante Leni
" Ah Tante aku jadi gak enakkan sama Tante "
" Ngak papa Lex, Tante juga pengen sebenarnya cuman Tante takut kalau dengan orang yang Tante belum kenal " katanya,
Kulihat dengan jelas tubuh Tante Leni yang sintal putih dan berisi dengan buah dada yang mancung kedepan dan sekel sekali ukurannya entah berapa yang pasti enak dikulum. Tangan Tante Leni pun langsung memegang penisku sambil mengelus nya, aku pun tak tinggal diam sambil mempraktekan yang Tante Erni ajarkan padaku aku langsung mencium bibir Tante Leni dan langsung menjilati lehernya yang jenjang langsung kuturunkan ke buah dadanya yang sekel, ku jilati putingnya yang berwarna merah muda agak kecoklatan, dan Tante Leni pun mendesah halus sambil meremas rambut dan kepalaku,tak hanya sampai di situ jilatanku kuturunkan sedikit ke puser dan perutnya dan Tante Leni pun makin menggelinjang pelan lalu aku melanjutkan perjalanan lidahku ke daerah hutan tante Leni yang tipis tapi berwarna hitam. Sambil kuelus dengan jariku clitorisnya Tante Leni
" accchh......lexx enak juga kamu pinter banget "
Aku terus menjilati klitorisnya Tante Leni sambil menggosok vaginanya yang terus membasah. Kali ini jilatanku berhenti sampai vaginanya yang memang kecil, tapi bentuknya menawan. Kuteruskan jilatanku ke dalam vaginanya, kusodokkan lidah ku kedalam liang vagina nya dan kurasakan denyutan hangat yang amat menyedot.
" Lex Tante kayanya mau keluar hhhgghghg..... lexx"
Aku terus menjilati vaginanya dan klitorisnya secara bergantian dan tanganku kali ini memilin lembut puting susu Tante Leni dan tak lama berselang Tante Leni mengejang hebat
" Lex Tante keluar ..ahhh Lex.." aku terus menjilati seperti kucing yang sedang menjilati susu dan Tante Leni pun lemas terkulai.
Kami istirahat sebentar sambil membersihkan vagina Tante Leni. Jam menunjukkan pukul 12.35 malam tapi kami berdua masih terjaga dan kali ini Tante Leni lebih agresif. Tante Leni langsung menyuruhku untuk tiduran dan mengambil posisi 69 Tante Leni mulai mengocok penisku yang sudah tegang dari tadi sambil terus mengocokakan ke dalam mulutnya aku pun menjilati vaginanya. Kali ini aku sudah terbiasa dengan hal tersebut karena sudah terbiasa dengan Tante Erni. Akupun tak tahan dan Tante Leni pun langsung mengambil posisi diatas jongkok diatas pahaku sambil memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan Tante Leni langsung menaik-turunkan pantatnya
" Acch Tante enak bener tan achhhh.... grhhhh.... "
Tanganku langsung meremas buah dada Tante Leni yang sudah mengeras. Karena aku sudah bernafsu langsung ku ubah posisi ku dengan berada di atas Tante Leni dan terus mengocok penisku di dalam vagina Tante Leni
" Lex terus Lex.. hmmm.. uhhh. Lex Tante ....mau ..." desah Tante Leni
20 menit aku berada diatas Tante Leni, Tante Lenipun langsung memelukku dan mendorong pantatku agar lebih masuk, dan semakin eratnya pelukkannya emakin cepat pula kocokkanku dan kurasakan ada yang menyembur mengalir hangat dan kulihat Tante Leni benar-benar menikmati permainan ini tapi aku juga hampir keluar dan terus ku kocok penisku di dalam vagina Tante Leni yang kulihat sudah terkulai lemas seketika itu juga aku langsung mencabut penisku dan kuarahkan ke mulut Tante Leni yang siap menyambut mani ku, di genggam nya penis ku dan langsung di sedot Tante Leni
" Tante, alex keluar... tan huhhhuhhh... "
Badanku pun mengejang hebat dan kami pun terlelap tidur.
Aku terbangun pada pagi harinya karean ku rasakan penisku seperti ada yang mengocoknya dan ketika ku kubuka mataku ternyata Tante Leni sedang asik mengocok dan menjilati penisku dan kami pun langsung melanjutkan permainan karena kurasa Tante Leni terlihat agresif dan dari sorot matanya kulihat belum ada kepuasan. Hari itu aku dan Tante Leni telenjang bulat sepanjang hari dan hanya mengenakan pakaian kalau kami memesan makan saja, karena hari itu merupakan hari sabtu dan kerjaan Tante Leni telah selesai tinggal menikmati liburan saja, entah berapa kali aku melakukannya. Sepertinya dunia itu indah karena kami berdua telanjang bulat sepanjang hari dan kalau tangan Tante Leni mulai mengelus penisku aku sudah tahu apa yang harus ku perbuat. Dan aku pulang pada hari minggu tapi sebelumnya Tante Leni memberiku amplop
" Lex ini buat kamu terima kasih yah sudah mau nemenin Tante " katanya
Aku pun langsung menerima nya dengan keheranan apa isinya.
Sesampainya di rumah aku langsung memulangkan mobil Tante Erni dan ketika kulihat rumah Tante Erni kosong karena kedua anaknya sedang tidur siang aku langsung di tarik Tante Erni ke kamarnya untuk melakukan hubungan yang terbina selama ini dengan baik. Sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengan Tante Leni bahkan aku sekarang di beri pekerjaan di perusahaan Tante Leni dengan gaji yang lumayan, pernah aku harus melayani Tante Leni dan Tante Erni sekaligus di sebuah hotel di bilangan senayan yang di sewa Tante Leni sepulang aku menjemput Tante Erni di kelas senamnya.
TAMAT
Desah nafas mbak Marissa
Mendung tipis berarak di langit. Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Sebentar lagi pasti hujan. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku. Masa di mana sesosok perempuan secantik dewi tiba-tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah kanan rumahku. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik. Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh. Sebagai lelaki remaja kelas 2 SMA, perempuan yang kuperkirakan berusia di atas 25 tahun ini merupakan sosok terindah yang pernah kulihat. Aku berseru senang dalam hati manakala kutahu ia adalah tetangga baruku.
Satu-dua hari pertama tak terlihat perempuan itu di luar rumah. Ia pasti sibuk mengatur rumah. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Lelaki itu melambai padaku ketika aku memperhatikannya. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia beberapa tahun di atas perempuan itu. "Rumah Pak RT di mana?" tanya lelaki itu menghampiriku.. "Di sini," aku menunjukkan rumahku, "Ayah saya Pak RT"
Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku. Aku yang membukakan pintu. Kini bisa kulihat jelas raut perempuan itu. Demikian cantik. Rambutnya lurus panjang. Hidung mancung. Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.
"Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Kami pindah kemari tiga hari lalu. Kami mau melapor pindah," kata lelaki itu sopan. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa. Benar, ia berusia 26 tahun. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku memanggilnya, terus bergelayut di mataku. Aku tahu banyak cewek cantik di sekolah naksir aku, tapi aku tak pernah tertarik. Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Sering diam-diam aku menatapnya dari kejauhan manakala ia bekerja di taman kecil kebun di depan rumahnya. Ia juga kadang menatapku sekilas, dan melempar senyum kecil, yang menurutku teramat hangat itu. Dan akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top dan celana pendek yang menampakkan dua paha mulusnya yang jenjang.
Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di depan rumah. Sebelum masuk taksi, Mas Fredi menghampiri ayahku yang sedang membaca surat kabar di beranda
"Saya titip rumah, Pak RT. Saya harus bertugas ke Papua selama 6 bulan," kata Fredi. Ayahku mengangguk. Fredi kemudian memeluk dan mencium pipi Mbak Marissa mesra. Mbak Marissa membalasanya. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.
Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Aku membuka selot dan membuka pintu. Mbak Marissa berdiri di situ, dengan tank-top dan celana pendek favoritnya, yang sekarang jadi favoritku juga.
"Hei, ada pintu tembus, rupanya!" celetuknya riang. Suaranya empuk dan meneduhkan.
"Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Karena kami keluarga, maka dibuatlah pintu penghubung ini," aku bicara gugup.
"Namamu siapa, sih?" Tanya Mbak Marissa.
"Mirza!"
"Ah, huruf depannya sama-sama M dengan saya. Eh, ngomong-ngomong, Mbak baru bikin brownies buat mama kamu, nih!" Mbak Marisa mengangsurkan sepiring brownies. Aku mengucapkan terimakasih. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.
Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Entah kenapa aku jadi ketakutan. Itu mungkin karena ayah dan ibuku tidak ada di rumah. Tadi padi mereka terbang ke Banjarmasin untuk menengok kakakku yang melahirkan. Mereka akan berada di Banjarmasin sampai minggu depan. Aku menatap jam dinding. Pukul 9 lebih sedikit. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Kebiasaan jelek. Kalau hujan, pasti lampu mati. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Aku menemukan sebungkus lilin, dan menyalakannya dengan korek api yang tergeletak di sebelahnya. Cahaya mulai menggerayangi ruangan. Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok. Aku terkejut. Mbak Marisa berdiri di sana. Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..
"Punya lilin?" tanyanya. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi-dan setelah kuperhatikan lama--, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek. Ia bicara dekat sekali di depanku. Dadanya bergoyang-goyang ketika ia mengisyaratkan kedinginan. Aku memberikan lilin itu dan memberanikan diri menatapnya agak lama sambil sesekali memperhatikan dadanya.
"Kamu nggak takut sendirian? Kan hujan dan gelap?" tanya Mbak Marisa.
"Nggak. Mbak sendiri?" tanyaku, sedikit gugup.
"Nggak. Sudah biasa! Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?" Tanya Mbak Marisa.
"Sampai minggu depan!" jawabku.
"Kesepian, dong?" celetuk Mbak Marissa.
"Iya, gitu deh!" kataku, masih sedikit gugup. "Mbak gimana?"
"Biasa aja. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi," ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.
"Sudah, ya, aku balik dulu" ia pamit. Sejenak matanya menatapku. Kulihat dalam remang ia menggigit ujung bibirnya. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.
"Ya, mbak, selamat malam!" kataku. Jauh dalam hati aku sih pingin bilang, "Please dong temenin saya sebentar! Pingin sekali rasanya menatap Mbak Marissa berlama-lama, sambil membayangkan bagaimana rasanya mencium bibirnya yang seksi. "Ah, itu cuma angan gila yang tak masuk akal!" pikirku.
Aku menyalakan satu lilin lagi dan menutup korden rumah serta mengunci pintu. Di luar sepi dan dingin sekali. Hujan masih turun. Aku yakin tak ada orang yang berkeliaran di luar rumah malam ini. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.
Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang rumah. Pintu terobosan itu terbuka lagi. Mbak Marissa datang lagi lagi. "Sori, Mir. Lilinku habis. Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap," kata Mbak Marissa. Ia berdiri sangat dekat di hadapanku. Bias kucium harum tubuhnya. "Saya bisa kasih mbak lilin lagi kalau mau," jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku. "Nggak usah," Mbak Marisa menahanku. Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Darah seperti terpompa ... ke ubun-ubunku.. "Aku mau di sini saja, kalau boleh. Boleh, kan?" Mbak Marissa menunduk, mencoba mensejajarkan wajahnya denga wajahku. Ini membuatku dengam mudah melihat kepundan di dantara dua gunung indah di dadanya. Dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku berpikir Mbak Marissa sengaja membiarkan aku melihatnya. Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat. "Eit, kau melihat dadaku terus!" Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Aku terperangah malu tertangkap basah seperti itu. "Sori, Mbak!" "Kau bilang sori, tapi terus menatap dadaku. Kalau melihat terus seperti itu, ntar kepingin lho?" seloroh Mbak Marissa dengan suara lembut menggoda. Dan entah kenapa aku merasa tak terlalu kuat menahan gejolak mudaku. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku. "Kalau saya kepingin, bagaimana?" tanyaku. Kutatap matanya penuh-penuh. Ia mendekat dan melepaskan tangannya dari dadanya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku.. "Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Tapi aku tahu kau menyukaiku. Itu dari caramu menatapku dan menelusuri tubuhku dengan tatapanmu. Tanyakan sekali lagi pertanyaanmu, dan kau akan tahu apakah aku menyukaimu juga," kata Mbak Marissa. Aku mengulang pertanyaanku, "Kalau saya kepingin, bagaimana?" Mbak Marissa tersenyum "Kalau kau kepingin," ia membuka tali di kanan-kiri dan melorotkannya perlahan, membiarkan dua buah dadanya menyembul menantang, "kau boleh menyentuhnya,"
Berdebar jantungku. Tubuhku seperti mendidih. Mbak Marissa benar-benar seksi dengan dada terbuka dan bibir mereka dalam remang di tengah hujan malam ini. "Sentuh puting ini dengan lidahmu, Mirza. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan". Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku. Dibantunya mulutku menemukan puting merah muda itu. Putting dan bundaran empuk di dada Mbak Marissa seperti memberi jalan dan megajariku untuk mengulum-ngulum dan memutar-mutarnya agar pemiliknya mendapatkan nikmat yang istimewa. Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan. Aku makin membara dan membara. Kujelajahi dengan mulutku semua permukaan dadanya. Mbak Marissa sesekali mengangkat kepalaku dan mengulum mulutku dengan beringas berkali-kali. "Kamarmu! Bawa aku ke kamarmu segera!" desah Mbak Marissa. Aku tak segera bergerak. Ia menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Ia melepas tank-top dan melepas kaosku. Ia pun tak segan-segan melepas celanaku dan tanpa ragu-ragu menjilati, mengulum dan menghisap penisku. Sungguh malam yang luar biasa. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa : coklat, vanilla, strawberry, almond. Mbak Marissa benar-benar menikmatinya. Kubiarkan pula ia menjadi guru yang baik dan memberikan pengalaman itu. Ia melepas sendiri celananya dan membantu membimbing masuk penisku yang keras ke dalam vaginaya yang basah. Sesekali ia menghentikan ujung penisku di bagian bawah vagina dan dengan asyik mengusap-usapkannya ke pinggiran vagina itu. Benar-benar aku melayang-layang penisku mendapatkan rekreasi yang nikmat dan indah itu. Dan dengan gelora yang memuncak dalam limpahan keringatku dan keringat Mbak Marissa, ia membiarkan penisku meluncur ke vaginanya berulang-ulang. Ini membuatnya menggelinjang-gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa dalam tindihanku. Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah.
Mbak Marissa kembali ke rumahnya lewat pintu belakang jam 5 pagi. Dan tak perlu menunggu sore, ia kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Ia memberiku kenikmatan seminggu penuh. Kadang sampai 2 kali sehari, kadang pula sampai harus membuatku membolos sekolah.
Affairku dengan Mbak Marissa berlangsung terus sampai menjelang kedatangan suaminya. Kami bisa bergumul di mana saja: di kamar hotel, di hutan pinus yang sepi, di pantai yang sunyi, di sebuah dagau kosong di gunung Bromo dan di mana saja.
Aku tak bertemu lagi dengan Mbak Marissa ketika suaminya datang dan mengajaknya serta pindah ke Jakarta. Namu, meski Mbak Marissa tak ada lagi, bila hari menjelang hujan, penisku selalu berdiri, dan bisa kubayangkan aroma tubuh dan gelinjang gelora mbak yang cantik dan seksi itu.
TAMAT
kunjungan teman
Saya mau menceritakan pengalaman saya yang baru ajah terjadi. Palingan sekitar 3 hari yang lalu.
Minggu lalu saya kedatangan teman lama saya, dianya tetangga saya dulu waktu saya kost pada waktu saya sekolah. Namanya Niken. Umurnya sekitaran umur saya juga yaitu 25 th. Kami udah sekitar 5 th tidak ketemu. Walaupun begitu kita masih sering telepon teleponan, maklum ajah dianya lain kota ama saya. Saat ini dia sudah menikah dan punya anak 1 sekitar umur 3 th.
Saya juga agak heran kenapa dia dateng sendirian, habis dulu pernah juga dateng tapi sama suami dan anaknya. Waktu itu masih 1 th umurnya. Makanya saya tanya kemana suaminya, trus dianya menangis deh dan bercerita kalo dia dan suaminya sedang bertengkar, dan dianya minta izin sama saya untuk nginep selama beberapa hari buat nenangin diri. Ya saya ijinin ajah, sekalian buat temen saya habis sepi juga sih. Karena dianya baru dari jalan jauh langsung ajah saya suruh bersih bersih dan istirahat.
Pada malem harinya kami buat rencana untuk keluar mencari hiburan, sekalian mengenak nostalgia lama . Oh iyah, dulu kami suka sama sama kediskotik. Saya tanyain apa dia selama ini pernah lagi ke diskotik tempat kami dulu sering pergi sama sama, dia bilang udah lama ga pernah sejak dianya menikah. Dia tanya kalo saya gimana, saya bilang sejak saya cerai sih kadang kadang suka juga pergi buat ngilangin sumpek sakalian ketemu temen temen lama. Keliatannya wajahnya agak cerah, kasian juga sih liat wajahnya pas baru dateng. Kayaknya suntuk banget.
Pada malemnya kita buat rencana agar anak anak cepet tidurnya. Setelah mereka tidur baru kami siap siap untuk pergi yaitu sekitar jam 10 malem deh. Setelah kami selesai dandan, saya telepon beberapa temen lama juga untuk ngajak pergi sama sama, dan respon mereka positip tuh. Setelah itu kami berangkat deh.
Setibanya kami disana temen temen kami udah nunggin di lobi karaoke, trus langsung ajah kami ajak masuk ke diskotik. Tentu ajah kami pesan juga beberapa amunisi untuk dipakai di dalam.
Kami bergoyang sampe puas, dan kayaknya temen saya enjoy juga. Seneng juga wajahnya kembali ceria, ga sumpek trus. Sekitar jam 2 kami pulang, tentu ajah kerumah masing masing. Temen saya ada yang masih lanjut karena dia ketemu ama cowok dan diajak terus.
Sesampai dirumah kami cerita cerita banyak, terutama tentang kehidupan kami masing masing. Dia tanya ke saya bagai mana rasanya jadi janda, sebab katanya mungkin kalo hubungannya dengan suaminya ga bisa dilanjutkan lagi dianya mau pisah ajah. Saya bilang ada enaknya ada enggaknya, tapi banyak ga enaknya habis pandangan masyarakat biasanya sumbang sih, sambil ketawa sama sama.
Setelah sekian lama kami cerita ujung ujunganya kami cerita masalah kehidupan sexual masing masing. Dia cerita kalo sebebarnya suaminya dia ga pernah bisa muasin, karena mainnya grasak grusuk ajah dan cepat keluar, trus habis itu langsung molor ( pelor kali yah). Iyah sih saya bilang emang kebanyakan suami suami gitu sih, habis nempel sebentar trus molor, hihihihi. Dia tanya kalo saya gimana memenuhi dorongan selama jadi janda, trus saya bilang ajah saya lakukan sendiri dengan masturbasi. Dianya agak terkejut, sebab menurut dia kan ga baik. Terus saya tanya apa dia pernah melakukan masturbasi, dia jawab ga pernah kan itu cuma buat cowok (kasian yah, masak ga tau gitu). Saya bilang wanita juga bisa dan banyak yang melakukannya. Malahan saya bilang saya punya alat bantu dan kalo ada kesempatan sering melakukan sambil telepon teleponan ama orang, saya bilang sensasinya enak dan kadang kadang lebih enak dari hubungan sebenarnya karena kita pasti bisa mencapai orgasme. Menurut saya sih kayaknya dia belum pernah deh ngerasain orgasme. Saya tanyain apa dia mau diajarin, dianya mengangguk. Saya sih emang lagi horny, mungkin pengaruh obat yang kami pake waktu di diskotik tadi.Setelah itu langsung ajah dianya saya ajak masuk ke kamar saya, dan kami langsung buka pakaian. Habis ga enak juga kena keringat. Setelah itu tanpa memakai pakaian kecuali pakaian dalam ajah saya langsung ajah baringan di tempat tidur saya dan dianya masih duduk duduk dilantai sambil dengerin musik. Trus saya tanya dia apa dia terangsang, dia bilang iyah makanya keliatan agak bingung habis dianya biasanya ama cowoknya dulu (udah jadi suaminya sekarang). Saya bilang ajah dari pada bingung mending kita lakuin sendiri ajah, dianya masih ragu. Tapi saya cuekin ajah habis saya udah mulai sih dengan kegiatan saya merangsang diri.
Saya baringan di kasur sambil merem dan tangan saya mulai meraba raba celana dalam saya dari luar. MMhhh enak juga sih. Dianya masih ragu, tapi kayaknya mulai melakukan yang saya lakukan juga, saya ga begitu ngeliat sih, habis masih duduk di lantai. Saya udah mulai merasa nikmat dan saya rasa udah tiba waktu untuk melakukan rngsangan ke bagian sensitip saya, maka saya mulai buka pakaian dalam saya sehingga polos. Saya liat dianya juga udah mulai merasakan hal yang sama, trus saya bilang dari pada duduk dilantai mendingan dianya baringan ajah di tempat tidur. Dia menurut sih, lantas saya tanya, apa yang dia rasakan, katanya enak juga. saya sih ketawa ajah. Ya udah saya suruh ajah dia buka juga pakaian dalemnya, biar lebih leluasa sih.
Selanjutnya kita sama sama terbuai dalam sensansi masing masing, sekali sekali dia melihat ke saya untuk tau apa yang saya lakukan. Pernah kepentok ama saya, tapi saya tersenyum ajah. Habis sensasi yang saya rasakan di klitoris saya luar biasa sih, enaaaaak bangeet. Saya terus mengusap usap klitoris saya dan suara saya mulai mendesah karena nikmat sekali. Makin lama usapan saya makin cepat dan suara saya makin kuat, untung ajah musik masih hidup di kamar saya jadi aman ga kedengaran keluar. Mmmhhh enak banget, saya rasakan orgasme saya makin dekat. Sambil terus menggosok saya sekali sekali melirik ke Niken, saya liat dianya lagi mejamkan matanya sambil menggosok klitorisnya juga. Ahhh sepertinya dia juga merasakan apa yang saya rasakan, jadi saya pikir dianya udah mengerti apa yang harus dia lakukan. ohhh saya rasakan orgasme saya udah dekat banget dan akan segera meledak, pinggul saya bergoyang goyang mengimbangi jari jari saya yang dengan lincah menggosok kacang yang enak itu. Ohhhh akhirnya orgasme saya datang dengan meledak ledak, tapi enaakk sekali. Suara saya juga udah tidak tertahan lagi akhirnya saya menjerit tertahan, ahhhhhh nikmatnya. Selama saya mendekati orgasme, Niken luput dari perhatian saya, habis rasa nikmatnya membuat saya lupa semua sih. Ga tau nya diapun menjerit juga, malahan panjang banget ga pake ditahan tahan . Saya rada kaget juga, takut kedengaran sih ama anak dan pembantu, kan gawat tar bangun jadi mengangu sih. (namanya juga anak anak mana ngerti ibunya lagi enak sih, hihihi). Mmmhhh, setelah beberapa lama badan nya bergetar menahan nikmat, ( saya juga sih, hhihihi). Mata kami masih sama sama merem, menikmati sisa kenikmatan yang baru ajah datang. Setelah itu dengan masih sama sama telanjang dan tangan masih di bawah, dia tanya apa yang baru dirasakan tadi. Kok geli banget tapi bikin badan gemetaran dan nikat . Sambil senyum saya bilang itu lah rasa orgasme, emang selama nikah kamu ga pernah ngerasin gitu. Dia bilang belum pernah tuh. Ohhh saya bilang ajah mungkin karena suami kamu cepet keluar dan kurang merangsang kamu. Dianya mengangguk sih. Trus saya bilang ginilah saya untuk memenuhi dorongan sex saya, dianya senyum senyum ajah. ... ...Mungkin rasa geli di klitorisnya masih ada, tapi keliatannya udah berat tuh buka mata. Karena dia udah berat buka mata saya suruh tidur ajah dianya, dia bilang gimana nanti ajah, habis masih enak sih. Jelas dong saya bilang.
Kami msih teruskan ngobrol ngobrol sampe pagi sambil ketawa ketawa dengan pengalaman kami tadi. Udah ga ada lagi kerunyaman di wajah dia.
Setelah beberapa hari nginep di rumah saya dia pun pulang ke kotanya, katanya sih kerumah ortunya. Dia bilang dia akan telepon soal perkembangan dia ama suaminya, dan terima kasih udah mau menghibur dia. Saya bilang sama sama, dan katanya dia mau belajar lebih jauh lagi tentang yang kami lakukan malem itu. Saya bilang kesini ajah kapan kapan, biar tar saya ajarin make alat alat bantu. Trus kami sama sama ketawa.
Demikianlah kisah saya dengan temen saya Niken, sampai hari ini dia belum telepon tuh, mungin masih di rumah ortunya.
Kenangan Remaja
Meskipun sekarang aku sudah berkeluarga dan dikaruniai 2 orang anak, namun aku tidak dapat melupakan peristiwa masa SMP ku, saat pertama kalinya aku melakukan hubungan intim di masa-masa puber pertama dimana saat itu gelora nafsuku begitu tinggi. Aku mengistilahkannya Pandangan Hidup dimana ada pemandangan sedikit saja yg memancing gairah langsung hidup alias Ereksi.. Tapi bisa juga diartikan umur-umur segitu aku memang sedang mencari pandangan hidup dan mencari arti kehidupan.
Kalau sekarang aku sudah mencapai fase pegangan hidup alias dipegang-pegang dulu baru hidup!! Bisa juga diartikan aku sudah menemukan arti hidup dan sedang menjalani hidup, dan 5 atau 10 tahun lagi mungkin aku akan mencapai fase Perjuangan hidup alias harus berjuang mati-matian agar si otong hidup dan bisa juga diartikan memang sudah tua dan susah hidup alias mendekati mati. He he he�.
Sebagai juragan bajaj ( kendaraan roda tiga ) di rumahku banyak supir-supir dari luar Jakarta yang menginap di mess yang disediakan oleh kedua orang tuaku, mungkin ada sekitar 10 supir, di hari-hari tertentu istri para supir-supir itu sering datang berkunjung ke mess menemui suaminya, mungkin minta uang belanja aku tak tahu, yang jelas setiap ada istri salah satu supir yang datang aku akan langsung standby dikamarku untuk mengintip kegiatan seks mereka! Kebetulan memang kamarku tepat bersebelahan dengan mess para supir dan hanya disekat dengan dinding triplek,
Meskipun kebanyakan istri para supir itu sedikit kumal namun aku tetap bergairah mengintip permainan mereka yang gaya-gayanya tidak kalah dengan yang aku baca dibuku-buku stensilan karya enny arrow, pertama kali mengintip aku sungguh merasakan nervous yang luar biasa, itulah pertama kalinya aku melihat hubungan seks secara live, sambil mengintip aku onani hingga keluar 5x�
Namun keseringan mengintip aku jadi ingin sekali merasakan hal yang sebenarnya, aku sering membayangkan salah satu istri dari supir-supir itu datang ke kamarku dan mengajakku berhubungan badan, tapi sampai sekian lama semua itu hanyalah mimpi! Namun sejak aku sering ngintip dan melihat berbagai macam penis supir-supirku, aku mengalami percaya diri yang sangat tinggi, yang paling besar diantara mereka adalah mas radi namun itupun kalau aku ukur-ukur masih jauh dibawah senjataku baik panjang maupun diameternya..
Sampai pada suatu siang terik saat aku sedang tiduran pulang sekolah, ada seorang perempuan datang dan menanyakan mas radi, ternyata istri mudanya, orangnya tinggi dan perawakannya montok, buah dadanya dan pantatnya sangat menantang dibalik pakaiannya, lagian kulitnya putih bersih, aku sampai tak percaya kalau dia istri mudanya mas radi, setelah aku jelaskan bahwa mas radi sedang narik dia minta padaku untuk numpang beristirahat, aku bawa dia ke mess.nya supir namun dia tidak mau dan katanya tidak bisa tidur ditempat seperti itu apalagi terbuka! Oh ya aku lupa ceritain mess supir-supirku memang besar tapi tidak ada sekat, jadi kalau malam mereka tidur seperti ikan bakar berjejer rapi namun di pojok ruangan besar itu ada satu kamar khusus tidak terlalu besar yang dipergunakan jika para istri supir-supir itu datang! Nah kamarku ada dibelakang kamar khusus itu. Cuma satu jadi kalau ada istri yang datang bareng salah satu harus mengalah! Kebetulan siang itu kamar khusus tersebut masih ada penghuninya yaitu istri mas ratno yang baru kemaren datang.
�Mbak, mau nggak istirahat dikamar saya?� tawarku
�Jangan, nanti orang tua kamu marah� jawabnya
�Tidak!, papa pulangnya sore dan mama malam!� aku menawarkan kembali kamarku karena memang aku tidak tega melihatnya. Oh ya mamaku memang tidak kerja tapi tiap hari kerjanya main kartu dan malam baru pulang ngumpulin setoran para supir.
Mungkin karena terpaksa dia mau juga ke kamarku, aku bawakan tasnya, dan sampai dikamarku dia langsung minta ijin untuk mandi, aku anter dia ke kamar mandi, dan kebiasaanku pun kambuh, aku langsung mencari celah untuk mengintipnya�..
Luar biasa,, saat pakaian terakhir ditanggalkannya dan tidak berbalut sehelai benangpun buah dadanya sangat besar dan kencang, senjataku langsung mengeras, gerakan tangannya menyabuni tubuhnya yang bahenol membuat aku tak tahan sendiri apa lagi saat bulu ketiak dan bulu kemaluannya yang sangat lebat dan hitam terlihat olehku aku semakin tak karuan,senjataku semakin kaku dalam genggamanku dan akhirnya spermaku muncrat melepaskan rasa nikmat yang tiada tara, aku bergegas balik ke kamarku dan pura-pura tiduran,
Pintu kamarku terbuka dan aku buka mataku dikit sambil pura-pura tertidur, istri muda mas radi masuk dengan hanya membelitkan handuk, melihat pemandangan itu tak sadar senjataku pun kembali ereksi penuh, namun aku tak mengerti kenapa dia memandangiku terus! Apakah dia tahu perbuatanku mengintip ataukah dia melihat celana pendekku menggelembung dibagian selangkangan?
Dia mendekati aku, namun aku pura-pura tertidur, dia mencoba membangunkanku namun aku tetap pura-pura tertidur, namun dia terus menggoyang-goyangkan badanku agar aku bangun, akupun pura-pura terbangun dan malas-malasan
�ada apa mbak?�
�lho, tadi katanya mau kasih tempat mbak istirahat?�
�memang tidur disebelah saya, kenapa?� aku nyahut seenaknya
�Nanti kalau mas radi pulang tidak enak, kamu kan sudah besar!� sahutnya lembut
�siapa bilang saya sudah besar?!, saya masih kecil!� padahal aku hanya ingin coba-coba siapa tahu dia mau tidur disebelahku dan mimpiku utk berhubungan badan tercapai!
�ini buktinya�, sambil memperlihatkan jarinya di depan wajahku.
Aku malu setengah mati setelah tahu dan sadar apa yang ada dijarinya, ternyata spermaku! Namun aku pura-pura bego.
�apaan ini?!, dari mana?�sahutku pura-pura
�Ngaku saja, ini mbak dapat dari handle pintu kamar mandi!, tadi kamu ngintip mbak mandi kan?�
ternyata tadi spermaku mengenai handle pintu kamar mandi dan dia mungkin memegangnya saat mau menutup pintu kamar mandi setelah selesai mandi tadi!
Aku hanya bisa diam, dan karena malu aku segera beranjak dari pembaringanku, namun dia mencekal pergelangan tanganku dan kembali merebahkan aku di tempat tidur!
�ya sudah tidur saja, nanti mbak kasih tahu semuanya!, nggak usah ngintip lagi�
lalu dia mengunci kamarku dan langsung membuka handuknya, otomatis tubuh polosnya yang seksi terlihat jelas didepan mataku! Buah dadanya yang besar dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat seolah menantangku�
namun aku benar-benar tidak berani berbuat jauh, aku pikir dia pasti marah dan sedang menggodaku!, namun saat jari jarinya yang lentik membuka kaosku dan melorotkan celana pendekku, aku sadar diapun menginginkannya, apalagi saat bibirnya melumat bibirku, sebisa mungkin aku balas melumat bibirnya namun aku merasa kaku sendiri,
�rilek aja!� bisiknya sambil membawa tanganku ke payudaranya,
aku pun tidak membuang waktu lagi, aku serang dia dengan imajinasi yang aku dapat dari buku stensilan dan dari hoby ngintipku, aku ciumi seluruh tubuhnya dengan bernafsu tak ... ...ada satu bagianpun yang terlewati, bau tubuhnya bercampur bau sabun setelah mandi semakin memompa nafsuku, aku puaskan nafsu remajaku dengan meremas remas buah dadanya putingnya aku emut bergantian, dia hanya merintih rintih apalagi saat aku menciumi dan menjilati kemaluannya, erangan nya semakin keras terdengar, satu jam lebih aku memuaskan keingintahuanku dengan menjilat, mencium,mengemut dam meremas semua bagian tubuhnya..
sementara aku rasakan senjataku sudah meregang dengan kakunya, aku buka celana dalamku, dan bersiap-siap menaiki tubuhnya, namun dia memitingku dan membalikkan tubuhku sehingga posisiku kini dibawah tubuhnya, dengan rakusnya dia balas menciumi tubuhku dan satu yang tidak busa aku lupa saat lidahnya menjilati ujung dadaku, rasanya aku bagaikan terbang keawang-awang, dan saat tangannya menangkap senjataku dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya,
:�punya kamu besar dik,�
dan tidak lebih dari 5 menit pahanya yang gempal menduduki perutku, tangannya memegang senjataku dan mengarahkan ke kemaluannya, dan�.
Berbarengan dengan turunnya pinggulnya, aku merasakan senjataku hangat dan seperti di jepit benda lunak yang kenyal, aku terpejam menikmati penetrasi pertama dalam hidupku, betapa nikmatnya, dai mulai menggoyangkan pantat dan pinggulnya, sementara mulutnya meracau tak karuan..
�ah���.. sssttttttttttt����.. upst�.�
Gerakan pinggulnya kian cepat dan sudah tak beraturan, tak lama kemudian tubuhnya mengejang kaku dan matanya terbeliak,,�
Aku marasakan senjataku hangat�..
Aku tahu dia sudah keluar dan aku berhasil mempertahankan spermaku agar tidak keluar dulu,,, tubuhnya yang besar langsung lemas tergolek kesamping, dan senjataku terlepas dari kemaluannya sampai menimbulkan bunyi plop..
Aku tidak membuang waktu lagi, aku menaiki tubuhnya yang sudah lemas, aku masukkan senjataku ke dalam lubang kemaluannya, namun tidak berhasil, aku sampai bingung, ternyata aku salah dan kurang kebawah, meskipun lemas dia memandu senjataku di lubang yang tepat, kini giliran aku yang bergerak menari diatas tubuhnya, keringat sudah membasahi tubuhku, setengah jam sudah aku mengeluarmasukkan senjataku meskipun nikmat yang aku dapat bukan kepalang, namun aku agak susah mencapai orgasmeku, mungkin gara-gara tadi sudah onani, sampai� secara perlahan nafsu istri mas radipun bangkit kembali, pinggulnya yang tadi diam mulai bergoyang mengimbangi tusukanku, kian lama goyangannya semakin cepat� aku tak tahan dan merasakan spermaku sudah diujung senjataku�.
Dan tubuhnya kembali mengejang kaku�.. namun entah sadar atau sadar saat dia orgasme kepalanya agak terangkat dan menyedot sedikit menggigit ujung dadaku,,
Akupun tak tahan seluruh otot tubuhku terasa mau putus�. Dan akhirnya aku menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya�.
Sungguh luar biasa nikmatnya bersetubuh�..
Bergegas kami berpakaian kembali, aku yang tidak tenang segera keluar dari kamarku, dan mempersilakan dia tidur.
Aku keruang tengah menghidupkan TV dan membayangkan apa yang baru saja terjadi��.
Malamnya saat mas radi pulang, mereka hanya mengobrol saja, dan yang bikin aku mau loncat kesenangan adalah saat mas radi meminta ijin agar istri mudanya itu bisa tidur dikamarku�..
SELESAI
Pengalaman di kota kelahiran
Sebut saya namaku Sita. Aku adalah seorang cewek ABG yang tahun 2001 ini genap berusia 17 tahun. Aku bersekolah di sebuah sekolah asrama terkenal di kota M di Jawa Tengah. Kata teman-temanku sih aku cukup manis dengan tubuh yang cukup bagus, dan itu dikatakan oleh hampir semua temanku, baik cewek maupun teman cowokku. Memang sih aku merasa sangat PD dengan ukuran dada 36C dan tinggi 167 cm.
Ceritaku bermula saat liburan kenaikan kelas 3 kemarin, yaitu saat aku pulang kampung ke kota kelahiranku, Yogya. Di sana aku bertemu dengan kawan lamaku yang bersekolah di sana, sebut saja namanya Kresna. Dua tahun tak bertemu ternyata membuatnya banyak berubah. Kresna yang dulu orangnya brengsek, sekarang menjadi terlihat menjadi lebih sopan dan ramah sama teman-teman. Waktu kutanya salah seorang sahabatku yang pernah dekat denganku dan kebetulan dia satu sekolah dengan Kresna, dia berkata kalau Kresna memang sudah berubah sejak dia ditinggal cerai orang tuanya. Berhubung dulunya aku pernah naksir sama Kresna, yah... soalnya dia lumayan cakep untuk ukuran cowok, maka aku mencoba untuk mendekatinya lagi, itung-itung kan kesempatan. Maka saat dia sedang duduk sendiri pada salah satu acara reuni yang diadakan di rumah temanku, Mira,aku mencoba ngobrol banyak dengan Kresna mulai dari cerita semasa SMP sampai soal "apa yang telah membuat dia banyak berubah." Eh... ternyata dianya terbuka sekali sama aku, terus terang aku juga kaget saat mendengar cerita tentang keluarganya yang sungguh amburadul. Kresna juga bercerita kalau selama ini yang bisa menghiburnya cuma teman-temannya.
Malam itu, seusai acara reuni di rumah Mira, aku minta pulang diantar Kresna dan dianya tidak menolak. Aku seneng sekali, ternyata ada juga yang mau memperhatikanku.
Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju kamar tidurku di kamar depan. Aku suka kamar itu karena letaknya di sebelah kamar tamu dan dari situ aku bisa melihat pintu gerbang, soalnya aku selalu ingin tahu siapa saja yang datang. Tapi saat itu aku benar-benar berharap kalau Kresna yang datang di malam minggu dan mengajakku jalan-jalan naik motor sport-nya, dan cat kuningnya itu seperti warna kesukaanku.
Kudengar telepon kamarku berdering dan kuangkat, "Hallo? Siapa ya?" begitu biasa kusapa lawan bicaraku di telepon. Dari seberang sana kudengar suara seorang cowok yang sepertinya masih asing bagiku, "Hallo. Ini Kresna, kamu Sita kan?" Begitu kudengar kalau Kresna yang telepon rasanya aku seakan melayang. Sueeerrr dah.. Aku masih bingung kok dia tahu nomor teleponku dan aku pun menanyakannya. Dia mengaku tahu nomerku dari temannya, tapi dia tidak mau memberi tahu siapa. Tanpa ba..bi..bu dia langsung mengajakku jalan-jalan malam minggu berikutnya. Entah kenapa aku langsung mau tanpa berpikir panjang.
Singkat cerita, malam minggu berikutnya Kresna menjemputku jam 7 tepat sesuai janjinya. Kami langsung berputa-putar kota dengan motor NSRR-nya yang berwarna kuning tua itu. Saat memboncengnya itulah kuberanikan diri untuk bersandar pada punggungnya yang bidang. Bahunya yang tampak kekar sungguh membuat hatiku sangat berdebar-debar, belum lagi lengannya yang kekar yang tampak jelas karena ia saat itu hanya mengenakan kaos ketat dengan lengan pendek.
Setelah dinner di angkringan, dia mengajakku untuk ke tempat kost temannya, dan herannya aku manut saja tanpa curiga apa-apa. Di kamar kost temannya itu, dia menawariku secangkir teh hangat. Biar tidak kedinginan, katanya. Pertama sich aku menolak, tapi akhirnya mau aja, soalnya tidak enak karena dia sudah capek-capek masak air buat bikinin aku teh.
Baru kuminum tiga perempatnya, kepalaku langsung puyeng nggak karuan. Aku langsung ingin protes pada Kresna, tapi aku sudah nggak kuat ngomong, apalagi gerak. Akhirnya aku langsung tidak ingat apa-apa lagi. Begitu aku bisa membuka mata lagi, aku sudah dalam posisi terikat di ranjang besi. Kedua tangan dan kedua kaki terikat dengan tali plastik pada keempat sudut ranjang. Aku ingin berteriak, tapi kepalaku masih puyeng dan mulutku juga sudah disumpal kain. Aku benar-benar tidak mengira akan begini jadinya, Kresna yang selama ini kuanggap cowok baik ternyata cuma menginginkan tubuhku saja.
Dengan tenang Kresna mengeluarkan sebilah cutter dari sakunya dan langsung digunakannya untuk merobek bagian depan bajuku. Dengan wajah tanpa dosa, langsung ditariknya kaosku hingga lepas. Aduh, Mak Nyak!! Ternyata dia seorang pemerkosa yang cukup profesional. Sungguh aku terkejut mengetahui hal ini. Dengan malu-malu aku pura-pura tertidur lagi, tapi ternyata dia lebih cerdik. Dia menggelitikiku dengan cutternya sehingga aku merasa sakit. Namun lama-lama aku pun menjadi tidak tahan ketika Kresna meremas kedua payudaraku dengan kakinya. Saat aku baru mencapai puncaknya, tiba-tiba aku mencium sesuatu yang bau dari kakinya. Terus terang aku merasa terganggu namun karena mulutku disumbat maka aku pun diam saja. Kulihat dia sadar akan kekurangannya itu dan segera keluar untuk mencuci kaki.
Setelah masuk kamar, dia melepas kaos oblong dan celana jeansnya, menyisakan celana dalam Hings yang sudah bolong di sana-sini. Dengan cutternya ia berusaha memutuskan tali braku tapi rupanya cutter saja tak cukup kuat, sehingga ia mengambil gunting rumput besar dari laci meja lalu mencoba menggunakannya untuk memutuskan tali braku, tapi tetap tali itu belum mau putus. Setelah lama mencoba, ia pun menyerah lalu ia pun membukanya dengan cara biasa.
Setelah bra-ku terlepas dan buah dadaku telanjang, Kresna langsung diam tak berkedip dan kulihat ia pun mulai mimisan. Tapi dia tidak menyadarinya, sehingga dia tetap nekat menempelkan wajahnya di tengah-tengah payudaraku, dia mulai melancarkan beberapa gigitan kecil pada puting payudaraku. Aku tak mampu menahan geli dan rasa nikmat yang bersamaan, sehingga aku menahan tawa dan desah secara bergantian. Melihat hal itu dia bukannya kasihan tapi malah semakin bersemangat melancarkan serangan-serangan berikutnya.
Kulihat ia semakin tidak sabar melakukan penetrasi terhadapku, kelihatan dari caranya membuka reitsleting celanaku dengan tergesa-gesa. Setelah berhasil, ia justru semakin bingung karena di balik celanaku telah terpasang celana dalam kulit yang dilengkapi dengan kode pengaman. Celana itu sebenarnya adalah Pengaman Anti Pemerkosaan milik kakak perempuanku. Kakak perempuanku baru saja membelinya siang tadi sehingga belum menyetel nomer sandinya, masih 000. Tanpa pikir panjang Kresna mencoba menariknya, tapi gagal. Ia mencoba memotongnya dengan cutter, gagal. Ia mencoba memotong dengan gunting rumput, gagal. Dengan bermandi keringat, ia mengenakan celana panjangnya lalu keluar kamar.
Sesaat kemudian ia kembali dengan seorang temannya yang membawa sebuah gergaji. Ia lalu mencoba memutuskan pengamanku dengan gergaji kayu itu, tapi tetap gagal. Aku hanya berdoa semoga mereka segera menyerah, tapi temen Kresna malah iseng memencet tombol pembuka. Karuan saja kuncinya yang masih terpasang 000 langsung terbuka. Hal itu membuatku semakin pasrah dan sebaliknya,mereka ketawa senang sampai berjingkrak-jingkrak segala.
Melihat kemaluanku yang begitu terawat, Kresna dan temannya saling berebut untuk menjamahnya duluan. Maka setelah "suit" ... ...ternyata Kresna yang menang dan temannya itu menunggu di luar. Aku masih bisa melihat "konaknya" Kresna yang sudah tidak tertahankan lagi. Entah liat dari film BF atau dari mana dia mulai menjilati kemaluanku, dan aku mulai tidak tahan sehingga kakiku mulai menendang-nendang dengan buas hingga ranjang yang kami tempati mulai bergoyang kesana kemari. Namun dia tetap kalem dan tidak merasa terganggu atas tingkahku tadi. Sebentar-sebentar dia melihat wajahku dan karena itulah secara tak sengaja dia menggigit bulu kemaluanku sehingga menyelip diantara giginya. Kulihat dia cukup kerepotan untuk mengambil dengan kukunya, maka dia mulai mencari tusuk gigi dan akhirnya berhasil juga bulu itu keluar dari sela giginya.
Setelah menurutnya pemanasannya cukup, ia melepas celana dalamnya, memperlihatkan penis yang kurus panjang dengan bulu lebat yang disemir pirang dan dikepang dua. Tanpa aba-aba dia langsung mendorongkan burungnya itu dengan susah payah, tapi aku bahkan tak merasa apa pun. Namun demikian, Kresna masih tampak bersemangat menggerakkan pantatnya maju-mundur. Ketika ia melihat ke bawah, ia terkejut karena ia ternyata salah memasukkan burungnya ke dalam lubang di kasur. Ia pun buru-buru menariknya keluar dengan susah payah, lalu langsung mengarahkannya ke sasaran yang tepat, kemaluanku. Dengan sekali hujam, penisnya langsung menembus selaput darakuhingga terasa darah mengalir di kemaluanku. Melihat aku masih perawan, Kresna semakinbersemangat menggerakkan pinggulnya. Hanya selang semenit kemudian ia sudah merem melek, lalu terasa cairan hangat menyembur dalam liang wanitaku. Entah kenapa secepat itu, mungkin terlalu lama pemanasan dengan kasur.
Kulihat Kresna bergegas memakai bajunya dan tak lupa celana dalam serta celana jeansnya, setelah itu dia keluar dari kamar. Dari dalam kamar aku bisa mendengar suara beberapa orang berbicara, aku masih takut dan kesakitan atas apa yang baru saja kualami tadi bersama Kresna, aku cuma bisa berharap semoga kejadian tadi tidak terjadi lagi padaku, namun entah mengapa aku masih merasa nafsu seksku kurang terpuaskan.
Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah teman Kresna yang meminjamkan gergaji kayu tadi, namunitu pun belum cukup karena di belakangnya masih berdiri beberapa oarang lagi. Kemudianaku mulai menghitungnya, satu.. dua... tiga... dan ya ampun!, ternyata ada tujuh termasuk teman Kresna yang tadi. Ternyata mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap cewek sepertiku. Mereka mulai bertelanjang bulat dan pakaiannya berhamburan di mana-mana. Kamar itu menjadi mulai panas sehingga keringatku semakin banyak menetes. Salah seorang diantaranya membuka sumbat mulutku, namun segera menyumbatku lagi dengan batang kemaluannya yang cukup besar hingga aku menjadi tersedak. Aku merasakan ada yang bergerak di dalam kemaluanku, ternyata ada yang memasukkan batang kemaluannya juga di kemaluanku itu. Sepasang payudaraku juga tidak terlewatkan oleh mereka, ada yang mengulum sebelah kiri dan ada yang memainkan lidahnya di puting payudara kananku. Ada seorang yang melepaskan ikatan kakiku dan aku senang sekali. Ternyata aku terlalu cepat senang karena ternyata dia ingin memasukkan penisnya ke dalam anusku, dan yang masih menunggu giliran mencoba untuk menggerayangi tubuhku sambil mencoba mengocok batang kemaluannya sendiri.
Dengan penuh nafsu berahi, mereka bertujuh bergantian memasukkan kemaluan mereka yang beraneka bentuk dan ukuran ke penjuru lubang di tubuhku, mulai dari kemaluan, anus, mulut bahkan sampai pusar dan telingaku pun sempat tersembur sperma mereka.
Setelah bertarung beberapa ronde akhirnya mereka pun satu persatu jatuh tertidur di samping ranjang dengan rasa lelah namun puas. Setelah hari hampir menjelang pagi, Kresna masuk kembali ke kamar lalu dengan tenangnya membersihkan tubuhku, melepaskan ikatanku lalu membantuku memakai pakaianku. Lagi-lagi aku manut saja padanya, kali ini karena shock dan rasa sakit yang menyerangku. Setelah itu ia mengantarku pulang, dan di depan rumahku tak lupa ia memberi ciuman perpisahan yang mesra di pipi dan keningku.
Sekarang aku sudah kembali bersekolah di asrama ini sebagai siswi yang rajin dan baik, tanpa seorangpun tahu pengalamanku ini.
TAMAT
TAMAT
Pengalamanku Dengan Tante Leni
Nama saya alex kalau kalian sudah pernah baca story saya yang tentang obat awet mudanya Tante Erni di sini saya mau bagi pengalaman saya yang lain yaitu temannya Tante Erni namanya Tante Leni. Dan ini alami ketika umur saya masih sekitar 22. Saya sekarang berumur 25 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan garment. Tante Leni ini bisa aku gambarkan kurang lebih : pake kaca mata tingginya sekitar 170 cm dan beratnya sekita 59-60 kg orangnya putih asalnya dari bandung campur manado umurnya berkisar antara 37-40 tapi dia keliatan awet muda dan ku taksir tadinya baru berumur 29-32. Dia mempunyai seorang putri yang umurnya mungkin terpaut 3 tahun di bawahku dan ketika itu dia sedang sekolah di negeri kanguru untuk mepersiapkan kuliahnya nanti.
Tapi sayang ternyata Tante Leni ini seorang janda yang harus bercerai disaat umur perkawinannya baru berumur 3 tahun karena sang suami ternyata sudah mempunyai istri, Suami nya seorang pengusaha asal negri singa yang sangat lumayan. Dari hasil perceraian itu Tante Leni mendapatkan modal usaha yang cukup lumayan dan sampai sekarang bisa survive ( Hebat aku sangat mengaguminya )dengan membuka usaha garment. Tante Leni ini temen satu kelas aerobicnya Tante Erni dan aku sebenarnya sudah lumayan lama kenal tapi sebatas hanya sapa saja.
Singkat cerita, Siang itu hari kamis ,sehabis mengantar oom hary (suaminya Tante Erni ) ke airport, aku langsung menjemput kedua adikku yang cantik dari sekolahnya ( anaknya Tante Erni ) dan langsung aku menjemput Tante Erni di tempat senamnya. Sesampainya aku di sana, aku melihat Tante Erni sedang ngobrol dengan Tante Leni dan akupun langsung menyapa Tante Leni
" Siang Tante, apa kabar ? "
" Baik Lex kamu sendiri gimana " jawab Tante Leni
" Eh iya ni aku ikut mobil kamu yah bisa kan soalnya mobilku aku taruh di bengkel "
" ah kakak ini , kaya siapa aja " jawab Tante Erni.
Kami pun langsung pulang dengan terlebih dahulu mengatar Tante Leni ke rumahnya di bilangan kelapa gading. Kami hanya mapir sebentar dan langsung pulang ke rumah. Sesampainya dirumah Tante Erni aku langsung mencuci mobilnya Tante Erni, maklumlah sebenarnya aku dan keluarga Tante Erni sudah layak seperti saudara, dan dia dengan oom hari kadang sudah menganggap ku seperti anak angkatnya. Tak lama telpon Tante Erni berdering dan Tante Erni mengangkat nya , selang 3 menit Tante Erni memanggilku
" Alex, ada telpon " kata Tante Erni,
Akupun bingung dan berfikir dari siapa ?, aku langsung menghampiri Tante Erni dan langsung ku angkat telpon
" hallo.., ini siapa ? " tanya ku
" Ini Tante Leni Lex, Lex bisa gak tolong Tante besok yah Tante ada kerjaan tapi mobil Tantekan lagi di bengkel, nah Tante minta tolong yah Tante pinjem mobil Tante Erni tapi kamu anterin Tante yah Lex bisa kan ? " kata Tante Leni.
Lalu aku pun menengok Tante Erni dan dan Tante Erni pun menganggukan kepalanya
" Iya deh Tante tapi berapa lama ? " tanyaku
" Kamu bawa pakaian aja 3 atau 4 stel mungkin 2 hari Lex, bisa kan ? " kata Tante Leni
" Iyah deh Tante, so besok jam berapa aku jemput Tante di mana ? " kata ku kemudian
" kamu besok jam 9 sudah bisa jemput Tante di rumah yah Lex Tante tunggu besok, mana Tante Erni Lex, Tante mau bicara " sambil menyerahkan tepon ke Tante Erni aku pun langsung menyelesaikan mencuci mobil.
Malamnya Tante Erni ke rumahku dan ngobrol dengan mama. Disaat mama lagi dapet telpon Tante Erni bilang ke aku cuman
" Lex besok jangan ngecewain Tante yah "
Aku bingung apa maksud nya Tante Erni setelah itu Tante Erni pun pamit pulang.
Esoknya jam 8 aku sudah meluncur dan pamit dengan mamaku aku alasan ada acara ke puncak bareng temen, sesampainya di rumah Tante Leni ternyata dia sudah siap dan kami segera pergi ke lokasi kerjanya Tante Erni
" Tan ke mana ? " tanya ku
" Ke putri duyung cottage Lex " jawab Tante Leni .
hmmm Aku masih bingung ada apa sebenarnya. Sesampainya di cottage ternyata ada pagelaran rancangan seseorang yang namanya asing juga bagiku semacam fashoin show dengan sponsornya perusahaan garment Tante Erni, oo ini toh maksudnya ,dan kami langsung ke salah satu cottage yang telah di sewa Tante Leni. Wah bagus sekali,dan baru kali pertamanya aku ke tempar seperti ini.rumah dengan pemandangan pantai yang bagus dan indah. " Tan, jam berapa acaranya tan ? " tanya ku
" jam 7 sampe jam 9 " jawab Tante Leni dan waktu menunjukan pukul 12 siang ah capek sekali pikir ku dan aku langsung tidur di sofa sambil menonton siaran luar, dan Tante Leni langsung menemui kliennya dan tente Leni pun langsung meninggalkan aku seorang diri. Tanpa terasa aku terlelep dan tertidur hingga pukul 6 sore, tapi aku mendengar suara air di kamar mandi, dengan heran aku melihat ke kamar mandi ternyata pintunya di kunci dan aku memanggil
" Tan.. Tante.. "
" iyah Lex " jawab Tante Leni,
" Oh Tante Leni kukira siapa " gak tan alex kira siapa,
Aku langsung ke depan lagi dan mengangkat telpon ke receptionist untuk mengantarkan sepiring nasi goreng dan sebotol air mineral dingin. Tante Leni pun langsung keluar dari kamar mandi hanya dibalut handuk dan menghampiriku
" Lex kamu ikut nonton pagelaran nya ?" tanya Tante Leni
" hmmm... gak yah tan aku gak usah deh yah aku mau nonton tv aja yah " kata ku
" yah sudah kalau gitu kamu makan aja dulu ya" kata Tante Leni
Tante Leni pun langsung masuk kamar untuk memakai baju, aku penasaran juga ingin sekali aku melihat tubuh Tante Leni dengan hati-hati aku menuju pintu kamar tente Leni yang sedang memakai baju dengan mengintip dari lubang kunci aku melihat tubuh Tante Leni yang mulus putih dan sedang telanjang bulat dia sedang mengeringkan rambut nya dan tak lama pintu depanpun di ketuk, dengan sangat hati2 aku melangkah keluar ternyata room service mengantarkan pesananku. Aku langsung menyantap nya dan Tante Leni pun keluar dari kamarnya dengan gaun malam yang cantik
" Lex Tante tinggal dulu yah mungkin jam 10 Tante sudah balik yah " kata Tante Leni.
Aku pun langsung mengiyakan.
Tak terasa waktu menunjukkan jam 10.35 dan Tante Leni pun belum balik. Hmm aku pun sempat tertidur ayam . Aku mendengar pintu di kunci, kupicingkan mataku dan kulihat ternyata Tante Leni telah pulang. Sambil pura-pura tidur aku melihat Tante Leni menuju kamarnya dan tak lama berselang ternyata Tante Leni keluar dengan handuk menuju ke kamar mandi untuk berendam di bath tub dan kali ini pintu kamar mandi tidak ditutup Sambil berpura-pura aku bangun dan hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil, aku menuju ke sana dan pura-pura tanpa melihat Tante Leni yang sedang berendam. Lalu sambil melirik dan pura-pura kaget aku melihat Tante Leni
" Aduh sorry tan alex kira Tante sudah tidur "
" Ngak papa Lex Tante sudah tau kok tentang kamu dari Tante Erni " aku langsung cepat membetulkan celanaku dan keluar.
Tapi Tante Leni langsung mencegah ku dan mengajakku ke bath tub bersamanya
" Lex buka donk celananya ,Tante mau nih " kata Tante Leni sambil malu-malu aku mendekati bath tub dan langsung tangan
Tante Leni menyergap penisku yang ... ...setengah tegang dan celanaku langsung diturunkan hingga bagian bawah ku tanpa benang dan tangan Tante Leni langsung mengelus penisku dan mengokocoknya dengan mulut dengan posisi jongkok di bath tub. Aku hanya bisa diam sambil membuka kaosku aku merasakan kenikmatan yang lain
" acchhh... Tante aku ..aku.. "
Kataku sambil menggoyangkan pantatku maju mundur dan Tante Leni pun semakin cepat mengocokkan penisku didalam mulutnya dan tak lama aku sudah keluar
" Tante alex mau keluar tan " tapi Tante Leni tak menghiraukannya sambil badanku mengejang hebat, menyemburlah air mani ku ke dalam mulut Tante Leni. Tante Leni langsung menjilati penisku hingga bersih.
Setelah itu aku langsung membasuh penis ku dan keluar dari kamar mandi menuju ke sofa diikuti dengan Tante Leni. Kami berdua dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.
" Lex ternyata benar apa yang Tante Erni ceritakan padaku " kata Tante Leni
" Ah Tante aku jadi gak enakkan sama Tante "
" Ngak papa Lex, Tante juga pengen sebenarnya cuman Tante takut kalau dengan orang yang Tante belum kenal " katanya,
Kulihat dengan jelas tubuh Tante Leni yang sintal putih dan berisi dengan buah dada yang mancung kedepan dan sekel sekali ukurannya entah berapa yang pasti enak dikulum. Tangan Tante Leni pun langsung memegang penisku sambil mengelus nya, aku pun tak tinggal diam sambil mempraktekan yang Tante Erni ajarkan padaku aku langsung mencium bibir Tante Leni dan langsung menjilati lehernya yang jenjang langsung kuturunkan ke buah dadanya yang sekel, ku jilati putingnya yang berwarna merah muda agak kecoklatan, dan Tante Leni pun mendesah halus sambil meremas rambut dan kepalaku,tak hanya sampai di situ jilatanku kuturunkan sedikit ke puser dan perutnya dan Tante Leni pun makin menggelinjang pelan lalu aku melanjutkan perjalanan lidahku ke daerah hutan tante Leni yang tipis tapi berwarna hitam. Sambil kuelus dengan jariku clitorisnya Tante Leni
" accchh......lexx enak juga kamu pinter banget "
Aku terus menjilati klitorisnya Tante Leni sambil menggosok vaginanya yang terus membasah. Kali ini jilatanku berhenti sampai vaginanya yang memang kecil, tapi bentuknya menawan. Kuteruskan jilatanku ke dalam vaginanya, kusodokkan lidah ku kedalam liang vagina nya dan kurasakan denyutan hangat yang amat menyedot.
" Lex Tante kayanya mau keluar hhhgghghg..... lexx"
Aku terus menjilati vaginanya dan klitorisnya secara bergantian dan tanganku kali ini memilin lembut puting susu Tante Leni dan tak lama berselang Tante Leni mengejang hebat
" Lex Tante keluar ..ahhh Lex.." aku terus menjilati seperti kucing yang sedang menjilati susu dan Tante Leni pun lemas terkulai.
Kami istirahat sebentar sambil membersihkan vagina Tante Leni. Jam menunjukkan pukul 12.35 malam tapi kami berdua masih terjaga dan kali ini Tante Leni lebih agresif. Tante Leni langsung menyuruhku untuk tiduran dan mengambil posisi 69 Tante Leni mulai mengocok penisku yang sudah tegang dari tadi sambil terus mengocokakan ke dalam mulutnya aku pun menjilati vaginanya. Kali ini aku sudah terbiasa dengan hal tersebut karena sudah terbiasa dengan Tante Erni. Akupun tak tahan dan Tante Leni pun langsung mengambil posisi diatas jongkok diatas pahaku sambil memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan Tante Leni langsung menaik-turunkan pantatnya
" Acch Tante enak bener tan achhhh.... grhhhh.... "
Tanganku langsung meremas buah dada Tante Leni yang sudah mengeras. Karena aku sudah bernafsu langsung ku ubah posisi ku dengan berada di atas Tante Leni dan terus mengocok penisku di dalam vagina Tante Leni
" Lex terus Lex.. hmmm.. uhhh. Lex Tante ....mau ..." desah Tante Leni
20 menit aku berada diatas Tante Leni, Tante Lenipun langsung memelukku dan mendorong pantatku agar lebih masuk, dan semakin eratnya pelukkannya emakin cepat pula kocokkanku dan kurasakan ada yang menyembur mengalir hangat dan kulihat Tante Leni benar-benar menikmati permainan ini tapi aku juga hampir keluar dan terus ku kocok penisku di dalam vagina Tante Leni yang kulihat sudah terkulai lemas seketika itu juga aku langsung mencabut penisku dan kuarahkan ke mulut Tante Leni yang siap menyambut mani ku, di genggam nya penis ku dan langsung di sedot Tante Leni
" Tante, alex keluar... tan huhhhuhhh... "
Badanku pun mengejang hebat dan kami pun terlelap tidur.
Aku terbangun pada pagi harinya karean ku rasakan penisku seperti ada yang mengocoknya dan ketika ku kubuka mataku ternyata Tante Leni sedang asik mengocok dan menjilati penisku dan kami pun langsung melanjutkan permainan karena kurasa Tante Leni terlihat agresif dan dari sorot matanya kulihat belum ada kepuasan. Hari itu aku dan Tante Leni telenjang bulat sepanjang hari dan hanya mengenakan pakaian kalau kami memesan makan saja, karena hari itu merupakan hari sabtu dan kerjaan Tante Leni telah selesai tinggal menikmati liburan saja, entah berapa kali aku melakukannya. Sepertinya dunia itu indah karena kami berdua telanjang bulat sepanjang hari dan kalau tangan Tante Leni mulai mengelus penisku aku sudah tahu apa yang harus ku perbuat. Dan aku pulang pada hari minggu tapi sebelumnya Tante Leni memberiku amplop
" Lex ini buat kamu terima kasih yah sudah mau nemenin Tante " katanya
Aku pun langsung menerima nya dengan keheranan apa isinya.
Sesampainya di rumah aku langsung memulangkan mobil Tante Erni dan ketika kulihat rumah Tante Erni kosong karena kedua anaknya sedang tidur siang aku langsung di tarik Tante Erni ke kamarnya untuk melakukan hubungan yang terbina selama ini dengan baik. Sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengan Tante Leni bahkan aku sekarang di beri pekerjaan di perusahaan Tante Leni dengan gaji yang lumayan, pernah aku harus melayani Tante Leni dan Tante Erni sekaligus di sebuah hotel di bilangan senayan yang di sewa Tante Leni sepulang aku menjemput Tante Erni di kelas senamnya.
TAMAT
Desah nafas mbak Marissa
Mendung tipis berarak di langit. Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Sebentar lagi pasti hujan. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku. Masa di mana sesosok perempuan secantik dewi tiba-tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah kanan rumahku. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik. Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh. Sebagai lelaki remaja kelas 2 SMA, perempuan yang kuperkirakan berusia di atas 25 tahun ini merupakan sosok terindah yang pernah kulihat. Aku berseru senang dalam hati manakala kutahu ia adalah tetangga baruku.
Satu-dua hari pertama tak terlihat perempuan itu di luar rumah. Ia pasti sibuk mengatur rumah. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Lelaki itu melambai padaku ketika aku memperhatikannya. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia beberapa tahun di atas perempuan itu. "Rumah Pak RT di mana?" tanya lelaki itu menghampiriku.. "Di sini," aku menunjukkan rumahku, "Ayah saya Pak RT"
Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku. Aku yang membukakan pintu. Kini bisa kulihat jelas raut perempuan itu. Demikian cantik. Rambutnya lurus panjang. Hidung mancung. Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.
"Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Kami pindah kemari tiga hari lalu. Kami mau melapor pindah," kata lelaki itu sopan. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa. Benar, ia berusia 26 tahun. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku memanggilnya, terus bergelayut di mataku. Aku tahu banyak cewek cantik di sekolah naksir aku, tapi aku tak pernah tertarik. Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Sering diam-diam aku menatapnya dari kejauhan manakala ia bekerja di taman kecil kebun di depan rumahnya. Ia juga kadang menatapku sekilas, dan melempar senyum kecil, yang menurutku teramat hangat itu. Dan akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top dan celana pendek yang menampakkan dua paha mulusnya yang jenjang.
Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di depan rumah. Sebelum masuk taksi, Mas Fredi menghampiri ayahku yang sedang membaca surat kabar di beranda
"Saya titip rumah, Pak RT. Saya harus bertugas ke Papua selama 6 bulan," kata Fredi. Ayahku mengangguk. Fredi kemudian memeluk dan mencium pipi Mbak Marissa mesra. Mbak Marissa membalasanya. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.
Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Aku membuka selot dan membuka pintu. Mbak Marissa berdiri di situ, dengan tank-top dan celana pendek favoritnya, yang sekarang jadi favoritku juga.
"Hei, ada pintu tembus, rupanya!" celetuknya riang. Suaranya empuk dan meneduhkan.
"Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Karena kami keluarga, maka dibuatlah pintu penghubung ini," aku bicara gugup.
"Namamu siapa, sih?" Tanya Mbak Marissa.
"Mirza!"
"Ah, huruf depannya sama-sama M dengan saya. Eh, ngomong-ngomong, Mbak baru bikin brownies buat mama kamu, nih!" Mbak Marisa mengangsurkan sepiring brownies. Aku mengucapkan terimakasih. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.
Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Entah kenapa aku jadi ketakutan. Itu mungkin karena ayah dan ibuku tidak ada di rumah. Tadi padi mereka terbang ke Banjarmasin untuk menengok kakakku yang melahirkan. Mereka akan berada di Banjarmasin sampai minggu depan. Aku menatap jam dinding. Pukul 9 lebih sedikit. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Kebiasaan jelek. Kalau hujan, pasti lampu mati. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Aku menemukan sebungkus lilin, dan menyalakannya dengan korek api yang tergeletak di sebelahnya. Cahaya mulai menggerayangi ruangan. Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok. Aku terkejut. Mbak Marisa berdiri di sana. Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..
"Punya lilin?" tanyanya. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi-dan setelah kuperhatikan lama--, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek. Ia bicara dekat sekali di depanku. Dadanya bergoyang-goyang ketika ia mengisyaratkan kedinginan. Aku memberikan lilin itu dan memberanikan diri menatapnya agak lama sambil sesekali memperhatikan dadanya.
"Kamu nggak takut sendirian? Kan hujan dan gelap?" tanya Mbak Marisa.
"Nggak. Mbak sendiri?" tanyaku, sedikit gugup.
"Nggak. Sudah biasa! Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?" Tanya Mbak Marisa.
"Sampai minggu depan!" jawabku.
"Kesepian, dong?" celetuk Mbak Marissa.
"Iya, gitu deh!" kataku, masih sedikit gugup. "Mbak gimana?"
"Biasa aja. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi," ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.
"Sudah, ya, aku balik dulu" ia pamit. Sejenak matanya menatapku. Kulihat dalam remang ia menggigit ujung bibirnya. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.
"Ya, mbak, selamat malam!" kataku. Jauh dalam hati aku sih pingin bilang, "Please dong temenin saya sebentar! Pingin sekali rasanya menatap Mbak Marissa berlama-lama, sambil membayangkan bagaimana rasanya mencium bibirnya yang seksi. "Ah, itu cuma angan gila yang tak masuk akal!" pikirku.
Aku menyalakan satu lilin lagi dan menutup korden rumah serta mengunci pintu. Di luar sepi dan dingin sekali. Hujan masih turun. Aku yakin tak ada orang yang berkeliaran di luar rumah malam ini. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.
Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang rumah. Pintu terobosan itu terbuka lagi. Mbak Marissa datang lagi lagi. "Sori, Mir. Lilinku habis. Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap," kata Mbak Marissa. Ia berdiri sangat dekat di hadapanku. Bias kucium harum tubuhnya. "Saya bisa kasih mbak lilin lagi kalau mau," jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku. "Nggak usah," Mbak Marisa menahanku. Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Darah seperti terpompa ... ke ubun-ubunku.. "Aku mau di sini saja, kalau boleh. Boleh, kan?" Mbak Marissa menunduk, mencoba mensejajarkan wajahnya denga wajahku. Ini membuatku dengam mudah melihat kepundan di dantara dua gunung indah di dadanya. Dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku berpikir Mbak Marissa sengaja membiarkan aku melihatnya. Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat. "Eit, kau melihat dadaku terus!" Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Aku terperangah malu tertangkap basah seperti itu. "Sori, Mbak!" "Kau bilang sori, tapi terus menatap dadaku. Kalau melihat terus seperti itu, ntar kepingin lho?" seloroh Mbak Marissa dengan suara lembut menggoda. Dan entah kenapa aku merasa tak terlalu kuat menahan gejolak mudaku. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku. "Kalau saya kepingin, bagaimana?" tanyaku. Kutatap matanya penuh-penuh. Ia mendekat dan melepaskan tangannya dari dadanya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku.. "Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Tapi aku tahu kau menyukaiku. Itu dari caramu menatapku dan menelusuri tubuhku dengan tatapanmu. Tanyakan sekali lagi pertanyaanmu, dan kau akan tahu apakah aku menyukaimu juga," kata Mbak Marissa. Aku mengulang pertanyaanku, "Kalau saya kepingin, bagaimana?" Mbak Marissa tersenyum "Kalau kau kepingin," ia membuka tali di kanan-kiri dan melorotkannya perlahan, membiarkan dua buah dadanya menyembul menantang, "kau boleh menyentuhnya,"
Berdebar jantungku. Tubuhku seperti mendidih. Mbak Marissa benar-benar seksi dengan dada terbuka dan bibir mereka dalam remang di tengah hujan malam ini. "Sentuh puting ini dengan lidahmu, Mirza. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan". Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku. Dibantunya mulutku menemukan puting merah muda itu. Putting dan bundaran empuk di dada Mbak Marissa seperti memberi jalan dan megajariku untuk mengulum-ngulum dan memutar-mutarnya agar pemiliknya mendapatkan nikmat yang istimewa. Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan. Aku makin membara dan membara. Kujelajahi dengan mulutku semua permukaan dadanya. Mbak Marissa sesekali mengangkat kepalaku dan mengulum mulutku dengan beringas berkali-kali. "Kamarmu! Bawa aku ke kamarmu segera!" desah Mbak Marissa. Aku tak segera bergerak. Ia menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Ia melepas tank-top dan melepas kaosku. Ia pun tak segan-segan melepas celanaku dan tanpa ragu-ragu menjilati, mengulum dan menghisap penisku. Sungguh malam yang luar biasa. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa : coklat, vanilla, strawberry, almond. Mbak Marissa benar-benar menikmatinya. Kubiarkan pula ia menjadi guru yang baik dan memberikan pengalaman itu. Ia melepas sendiri celananya dan membantu membimbing masuk penisku yang keras ke dalam vaginaya yang basah. Sesekali ia menghentikan ujung penisku di bagian bawah vagina dan dengan asyik mengusap-usapkannya ke pinggiran vagina itu. Benar-benar aku melayang-layang penisku mendapatkan rekreasi yang nikmat dan indah itu. Dan dengan gelora yang memuncak dalam limpahan keringatku dan keringat Mbak Marissa, ia membiarkan penisku meluncur ke vaginanya berulang-ulang. Ini membuatnya menggelinjang-gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa dalam tindihanku. Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah.
Mbak Marissa kembali ke rumahnya lewat pintu belakang jam 5 pagi. Dan tak perlu menunggu sore, ia kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Ia memberiku kenikmatan seminggu penuh. Kadang sampai 2 kali sehari, kadang pula sampai harus membuatku membolos sekolah.
Affairku dengan Mbak Marissa berlangsung terus sampai menjelang kedatangan suaminya. Kami bisa bergumul di mana saja: di kamar hotel, di hutan pinus yang sepi, di pantai yang sunyi, di sebuah dagau kosong di gunung Bromo dan di mana saja.
Aku tak bertemu lagi dengan Mbak Marissa ketika suaminya datang dan mengajaknya serta pindah ke Jakarta. Namu, meski Mbak Marissa tak ada lagi, bila hari menjelang hujan, penisku selalu berdiri, dan bisa kubayangkan aroma tubuh dan gelinjang gelora mbak yang cantik dan seksi itu.
TAMAT
kunjungan teman
Saya mau menceritakan pengalaman saya yang baru ajah terjadi. Palingan sekitar 3 hari yang lalu.
Minggu lalu saya kedatangan teman lama saya, dianya tetangga saya dulu waktu saya kost pada waktu saya sekolah. Namanya Niken. Umurnya sekitaran umur saya juga yaitu 25 th. Kami udah sekitar 5 th tidak ketemu. Walaupun begitu kita masih sering telepon teleponan, maklum ajah dianya lain kota ama saya. Saat ini dia sudah menikah dan punya anak 1 sekitar umur 3 th.
Saya juga agak heran kenapa dia dateng sendirian, habis dulu pernah juga dateng tapi sama suami dan anaknya. Waktu itu masih 1 th umurnya. Makanya saya tanya kemana suaminya, trus dianya menangis deh dan bercerita kalo dia dan suaminya sedang bertengkar, dan dianya minta izin sama saya untuk nginep selama beberapa hari buat nenangin diri. Ya saya ijinin ajah, sekalian buat temen saya habis sepi juga sih. Karena dianya baru dari jalan jauh langsung ajah saya suruh bersih bersih dan istirahat.
Pada malem harinya kami buat rencana untuk keluar mencari hiburan, sekalian mengenak nostalgia lama . Oh iyah, dulu kami suka sama sama kediskotik. Saya tanyain apa dia selama ini pernah lagi ke diskotik tempat kami dulu sering pergi sama sama, dia bilang udah lama ga pernah sejak dianya menikah. Dia tanya kalo saya gimana, saya bilang sejak saya cerai sih kadang kadang suka juga pergi buat ngilangin sumpek sakalian ketemu temen temen lama. Keliatannya wajahnya agak cerah, kasian juga sih liat wajahnya pas baru dateng. Kayaknya suntuk banget.
Pada malemnya kita buat rencana agar anak anak cepet tidurnya. Setelah mereka tidur baru kami siap siap untuk pergi yaitu sekitar jam 10 malem deh. Setelah kami selesai dandan, saya telepon beberapa temen lama juga untuk ngajak pergi sama sama, dan respon mereka positip tuh. Setelah itu kami berangkat deh.
Setibanya kami disana temen temen kami udah nunggin di lobi karaoke, trus langsung ajah kami ajak masuk ke diskotik. Tentu ajah kami pesan juga beberapa amunisi untuk dipakai di dalam.
Kami bergoyang sampe puas, dan kayaknya temen saya enjoy juga. Seneng juga wajahnya kembali ceria, ga sumpek trus. Sekitar jam 2 kami pulang, tentu ajah kerumah masing masing. Temen saya ada yang masih lanjut karena dia ketemu ama cowok dan diajak terus.
Sesampai dirumah kami cerita cerita banyak, terutama tentang kehidupan kami masing masing. Dia tanya ke saya bagai mana rasanya jadi janda, sebab katanya mungkin kalo hubungannya dengan suaminya ga bisa dilanjutkan lagi dianya mau pisah ajah. Saya bilang ada enaknya ada enggaknya, tapi banyak ga enaknya habis pandangan masyarakat biasanya sumbang sih, sambil ketawa sama sama.
Setelah sekian lama kami cerita ujung ujunganya kami cerita masalah kehidupan sexual masing masing. Dia cerita kalo sebebarnya suaminya dia ga pernah bisa muasin, karena mainnya grasak grusuk ajah dan cepat keluar, trus habis itu langsung molor ( pelor kali yah). Iyah sih saya bilang emang kebanyakan suami suami gitu sih, habis nempel sebentar trus molor, hihihihi. Dia tanya kalo saya gimana memenuhi dorongan selama jadi janda, trus saya bilang ajah saya lakukan sendiri dengan masturbasi. Dianya agak terkejut, sebab menurut dia kan ga baik. Terus saya tanya apa dia pernah melakukan masturbasi, dia jawab ga pernah kan itu cuma buat cowok (kasian yah, masak ga tau gitu). Saya bilang wanita juga bisa dan banyak yang melakukannya. Malahan saya bilang saya punya alat bantu dan kalo ada kesempatan sering melakukan sambil telepon teleponan ama orang, saya bilang sensasinya enak dan kadang kadang lebih enak dari hubungan sebenarnya karena kita pasti bisa mencapai orgasme. Menurut saya sih kayaknya dia belum pernah deh ngerasain orgasme. Saya tanyain apa dia mau diajarin, dianya mengangguk. Saya sih emang lagi horny, mungkin pengaruh obat yang kami pake waktu di diskotik tadi.Setelah itu langsung ajah dianya saya ajak masuk ke kamar saya, dan kami langsung buka pakaian. Habis ga enak juga kena keringat. Setelah itu tanpa memakai pakaian kecuali pakaian dalam ajah saya langsung ajah baringan di tempat tidur saya dan dianya masih duduk duduk dilantai sambil dengerin musik. Trus saya tanya dia apa dia terangsang, dia bilang iyah makanya keliatan agak bingung habis dianya biasanya ama cowoknya dulu (udah jadi suaminya sekarang). Saya bilang ajah dari pada bingung mending kita lakuin sendiri ajah, dianya masih ragu. Tapi saya cuekin ajah habis saya udah mulai sih dengan kegiatan saya merangsang diri.
Saya baringan di kasur sambil merem dan tangan saya mulai meraba raba celana dalam saya dari luar. MMhhh enak juga sih. Dianya masih ragu, tapi kayaknya mulai melakukan yang saya lakukan juga, saya ga begitu ngeliat sih, habis masih duduk di lantai. Saya udah mulai merasa nikmat dan saya rasa udah tiba waktu untuk melakukan rngsangan ke bagian sensitip saya, maka saya mulai buka pakaian dalam saya sehingga polos. Saya liat dianya juga udah mulai merasakan hal yang sama, trus saya bilang dari pada duduk dilantai mendingan dianya baringan ajah di tempat tidur. Dia menurut sih, lantas saya tanya, apa yang dia rasakan, katanya enak juga. saya sih ketawa ajah. Ya udah saya suruh ajah dia buka juga pakaian dalemnya, biar lebih leluasa sih.
Selanjutnya kita sama sama terbuai dalam sensansi masing masing, sekali sekali dia melihat ke saya untuk tau apa yang saya lakukan. Pernah kepentok ama saya, tapi saya tersenyum ajah. Habis sensasi yang saya rasakan di klitoris saya luar biasa sih, enaaaaak bangeet. Saya terus mengusap usap klitoris saya dan suara saya mulai mendesah karena nikmat sekali. Makin lama usapan saya makin cepat dan suara saya makin kuat, untung ajah musik masih hidup di kamar saya jadi aman ga kedengaran keluar. Mmmhhh enak banget, saya rasakan orgasme saya makin dekat. Sambil terus menggosok saya sekali sekali melirik ke Niken, saya liat dianya lagi mejamkan matanya sambil menggosok klitorisnya juga. Ahhh sepertinya dia juga merasakan apa yang saya rasakan, jadi saya pikir dianya udah mengerti apa yang harus dia lakukan. ohhh saya rasakan orgasme saya udah dekat banget dan akan segera meledak, pinggul saya bergoyang goyang mengimbangi jari jari saya yang dengan lincah menggosok kacang yang enak itu. Ohhhh akhirnya orgasme saya datang dengan meledak ledak, tapi enaakk sekali. Suara saya juga udah tidak tertahan lagi akhirnya saya menjerit tertahan, ahhhhhh nikmatnya. Selama saya mendekati orgasme, Niken luput dari perhatian saya, habis rasa nikmatnya membuat saya lupa semua sih. Ga tau nya diapun menjerit juga, malahan panjang banget ga pake ditahan tahan . Saya rada kaget juga, takut kedengaran sih ama anak dan pembantu, kan gawat tar bangun jadi mengangu sih. (namanya juga anak anak mana ngerti ibunya lagi enak sih, hihihi). Mmmhhh, setelah beberapa lama badan nya bergetar menahan nikmat, ( saya juga sih, hhihihi). Mata kami masih sama sama merem, menikmati sisa kenikmatan yang baru ajah datang. Setelah itu dengan masih sama sama telanjang dan tangan masih di bawah, dia tanya apa yang baru dirasakan tadi. Kok geli banget tapi bikin badan gemetaran dan nikat . Sambil senyum saya bilang itu lah rasa orgasme, emang selama nikah kamu ga pernah ngerasin gitu. Dia bilang belum pernah tuh. Ohhh saya bilang ajah mungkin karena suami kamu cepet keluar dan kurang merangsang kamu. Dianya mengangguk sih. Trus saya bilang ginilah saya untuk memenuhi dorongan sex saya, dianya senyum senyum ajah. ... ...Mungkin rasa geli di klitorisnya masih ada, tapi keliatannya udah berat tuh buka mata. Karena dia udah berat buka mata saya suruh tidur ajah dianya, dia bilang gimana nanti ajah, habis masih enak sih. Jelas dong saya bilang.
Kami msih teruskan ngobrol ngobrol sampe pagi sambil ketawa ketawa dengan pengalaman kami tadi. Udah ga ada lagi kerunyaman di wajah dia.
Setelah beberapa hari nginep di rumah saya dia pun pulang ke kotanya, katanya sih kerumah ortunya. Dia bilang dia akan telepon soal perkembangan dia ama suaminya, dan terima kasih udah mau menghibur dia. Saya bilang sama sama, dan katanya dia mau belajar lebih jauh lagi tentang yang kami lakukan malem itu. Saya bilang kesini ajah kapan kapan, biar tar saya ajarin make alat alat bantu. Trus kami sama sama ketawa.
Demikianlah kisah saya dengan temen saya Niken, sampai hari ini dia belum telepon tuh, mungin masih di rumah ortunya.
Kenangan Remaja
Meskipun sekarang aku sudah berkeluarga dan dikaruniai 2 orang anak, namun aku tidak dapat melupakan peristiwa masa SMP ku, saat pertama kalinya aku melakukan hubungan intim di masa-masa puber pertama dimana saat itu gelora nafsuku begitu tinggi. Aku mengistilahkannya Pandangan Hidup dimana ada pemandangan sedikit saja yg memancing gairah langsung hidup alias Ereksi.. Tapi bisa juga diartikan umur-umur segitu aku memang sedang mencari pandangan hidup dan mencari arti kehidupan.
Kalau sekarang aku sudah mencapai fase pegangan hidup alias dipegang-pegang dulu baru hidup!! Bisa juga diartikan aku sudah menemukan arti hidup dan sedang menjalani hidup, dan 5 atau 10 tahun lagi mungkin aku akan mencapai fase Perjuangan hidup alias harus berjuang mati-matian agar si otong hidup dan bisa juga diartikan memang sudah tua dan susah hidup alias mendekati mati. He he he�.
Sebagai juragan bajaj ( kendaraan roda tiga ) di rumahku banyak supir-supir dari luar Jakarta yang menginap di mess yang disediakan oleh kedua orang tuaku, mungkin ada sekitar 10 supir, di hari-hari tertentu istri para supir-supir itu sering datang berkunjung ke mess menemui suaminya, mungkin minta uang belanja aku tak tahu, yang jelas setiap ada istri salah satu supir yang datang aku akan langsung standby dikamarku untuk mengintip kegiatan seks mereka! Kebetulan memang kamarku tepat bersebelahan dengan mess para supir dan hanya disekat dengan dinding triplek,
Meskipun kebanyakan istri para supir itu sedikit kumal namun aku tetap bergairah mengintip permainan mereka yang gaya-gayanya tidak kalah dengan yang aku baca dibuku-buku stensilan karya enny arrow, pertama kali mengintip aku sungguh merasakan nervous yang luar biasa, itulah pertama kalinya aku melihat hubungan seks secara live, sambil mengintip aku onani hingga keluar 5x�
Namun keseringan mengintip aku jadi ingin sekali merasakan hal yang sebenarnya, aku sering membayangkan salah satu istri dari supir-supir itu datang ke kamarku dan mengajakku berhubungan badan, tapi sampai sekian lama semua itu hanyalah mimpi! Namun sejak aku sering ngintip dan melihat berbagai macam penis supir-supirku, aku mengalami percaya diri yang sangat tinggi, yang paling besar diantara mereka adalah mas radi namun itupun kalau aku ukur-ukur masih jauh dibawah senjataku baik panjang maupun diameternya..
Sampai pada suatu siang terik saat aku sedang tiduran pulang sekolah, ada seorang perempuan datang dan menanyakan mas radi, ternyata istri mudanya, orangnya tinggi dan perawakannya montok, buah dadanya dan pantatnya sangat menantang dibalik pakaiannya, lagian kulitnya putih bersih, aku sampai tak percaya kalau dia istri mudanya mas radi, setelah aku jelaskan bahwa mas radi sedang narik dia minta padaku untuk numpang beristirahat, aku bawa dia ke mess.nya supir namun dia tidak mau dan katanya tidak bisa tidur ditempat seperti itu apalagi terbuka! Oh ya aku lupa ceritain mess supir-supirku memang besar tapi tidak ada sekat, jadi kalau malam mereka tidur seperti ikan bakar berjejer rapi namun di pojok ruangan besar itu ada satu kamar khusus tidak terlalu besar yang dipergunakan jika para istri supir-supir itu datang! Nah kamarku ada dibelakang kamar khusus itu. Cuma satu jadi kalau ada istri yang datang bareng salah satu harus mengalah! Kebetulan siang itu kamar khusus tersebut masih ada penghuninya yaitu istri mas ratno yang baru kemaren datang.
�Mbak, mau nggak istirahat dikamar saya?� tawarku
�Jangan, nanti orang tua kamu marah� jawabnya
�Tidak!, papa pulangnya sore dan mama malam!� aku menawarkan kembali kamarku karena memang aku tidak tega melihatnya. Oh ya mamaku memang tidak kerja tapi tiap hari kerjanya main kartu dan malam baru pulang ngumpulin setoran para supir.
Mungkin karena terpaksa dia mau juga ke kamarku, aku bawakan tasnya, dan sampai dikamarku dia langsung minta ijin untuk mandi, aku anter dia ke kamar mandi, dan kebiasaanku pun kambuh, aku langsung mencari celah untuk mengintipnya�..
Luar biasa,, saat pakaian terakhir ditanggalkannya dan tidak berbalut sehelai benangpun buah dadanya sangat besar dan kencang, senjataku langsung mengeras, gerakan tangannya menyabuni tubuhnya yang bahenol membuat aku tak tahan sendiri apa lagi saat bulu ketiak dan bulu kemaluannya yang sangat lebat dan hitam terlihat olehku aku semakin tak karuan,senjataku semakin kaku dalam genggamanku dan akhirnya spermaku muncrat melepaskan rasa nikmat yang tiada tara, aku bergegas balik ke kamarku dan pura-pura tiduran,
Pintu kamarku terbuka dan aku buka mataku dikit sambil pura-pura tertidur, istri muda mas radi masuk dengan hanya membelitkan handuk, melihat pemandangan itu tak sadar senjataku pun kembali ereksi penuh, namun aku tak mengerti kenapa dia memandangiku terus! Apakah dia tahu perbuatanku mengintip ataukah dia melihat celana pendekku menggelembung dibagian selangkangan?
Dia mendekati aku, namun aku pura-pura tertidur, dia mencoba membangunkanku namun aku tetap pura-pura tertidur, namun dia terus menggoyang-goyangkan badanku agar aku bangun, akupun pura-pura terbangun dan malas-malasan
�ada apa mbak?�
�lho, tadi katanya mau kasih tempat mbak istirahat?�
�memang tidur disebelah saya, kenapa?� aku nyahut seenaknya
�Nanti kalau mas radi pulang tidak enak, kamu kan sudah besar!� sahutnya lembut
�siapa bilang saya sudah besar?!, saya masih kecil!� padahal aku hanya ingin coba-coba siapa tahu dia mau tidur disebelahku dan mimpiku utk berhubungan badan tercapai!
�ini buktinya�, sambil memperlihatkan jarinya di depan wajahku.
Aku malu setengah mati setelah tahu dan sadar apa yang ada dijarinya, ternyata spermaku! Namun aku pura-pura bego.
�apaan ini?!, dari mana?�sahutku pura-pura
�Ngaku saja, ini mbak dapat dari handle pintu kamar mandi!, tadi kamu ngintip mbak mandi kan?�
ternyata tadi spermaku mengenai handle pintu kamar mandi dan dia mungkin memegangnya saat mau menutup pintu kamar mandi setelah selesai mandi tadi!
Aku hanya bisa diam, dan karena malu aku segera beranjak dari pembaringanku, namun dia mencekal pergelangan tanganku dan kembali merebahkan aku di tempat tidur!
�ya sudah tidur saja, nanti mbak kasih tahu semuanya!, nggak usah ngintip lagi�
lalu dia mengunci kamarku dan langsung membuka handuknya, otomatis tubuh polosnya yang seksi terlihat jelas didepan mataku! Buah dadanya yang besar dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat seolah menantangku�
namun aku benar-benar tidak berani berbuat jauh, aku pikir dia pasti marah dan sedang menggodaku!, namun saat jari jarinya yang lentik membuka kaosku dan melorotkan celana pendekku, aku sadar diapun menginginkannya, apalagi saat bibirnya melumat bibirku, sebisa mungkin aku balas melumat bibirnya namun aku merasa kaku sendiri,
�rilek aja!� bisiknya sambil membawa tanganku ke payudaranya,
aku pun tidak membuang waktu lagi, aku serang dia dengan imajinasi yang aku dapat dari buku stensilan dan dari hoby ngintipku, aku ciumi seluruh tubuhnya dengan bernafsu tak ... ...ada satu bagianpun yang terlewati, bau tubuhnya bercampur bau sabun setelah mandi semakin memompa nafsuku, aku puaskan nafsu remajaku dengan meremas remas buah dadanya putingnya aku emut bergantian, dia hanya merintih rintih apalagi saat aku menciumi dan menjilati kemaluannya, erangan nya semakin keras terdengar, satu jam lebih aku memuaskan keingintahuanku dengan menjilat, mencium,mengemut dam meremas semua bagian tubuhnya..
sementara aku rasakan senjataku sudah meregang dengan kakunya, aku buka celana dalamku, dan bersiap-siap menaiki tubuhnya, namun dia memitingku dan membalikkan tubuhku sehingga posisiku kini dibawah tubuhnya, dengan rakusnya dia balas menciumi tubuhku dan satu yang tidak busa aku lupa saat lidahnya menjilati ujung dadaku, rasanya aku bagaikan terbang keawang-awang, dan saat tangannya menangkap senjataku dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya,
:�punya kamu besar dik,�
dan tidak lebih dari 5 menit pahanya yang gempal menduduki perutku, tangannya memegang senjataku dan mengarahkan ke kemaluannya, dan�.
Berbarengan dengan turunnya pinggulnya, aku merasakan senjataku hangat dan seperti di jepit benda lunak yang kenyal, aku terpejam menikmati penetrasi pertama dalam hidupku, betapa nikmatnya, dai mulai menggoyangkan pantat dan pinggulnya, sementara mulutnya meracau tak karuan..
�ah���.. sssttttttttttt����.. upst�.�
Gerakan pinggulnya kian cepat dan sudah tak beraturan, tak lama kemudian tubuhnya mengejang kaku dan matanya terbeliak,,�
Aku marasakan senjataku hangat�..
Aku tahu dia sudah keluar dan aku berhasil mempertahankan spermaku agar tidak keluar dulu,,, tubuhnya yang besar langsung lemas tergolek kesamping, dan senjataku terlepas dari kemaluannya sampai menimbulkan bunyi plop..
Aku tidak membuang waktu lagi, aku menaiki tubuhnya yang sudah lemas, aku masukkan senjataku ke dalam lubang kemaluannya, namun tidak berhasil, aku sampai bingung, ternyata aku salah dan kurang kebawah, meskipun lemas dia memandu senjataku di lubang yang tepat, kini giliran aku yang bergerak menari diatas tubuhnya, keringat sudah membasahi tubuhku, setengah jam sudah aku mengeluarmasukkan senjataku meskipun nikmat yang aku dapat bukan kepalang, namun aku agak susah mencapai orgasmeku, mungkin gara-gara tadi sudah onani, sampai� secara perlahan nafsu istri mas radipun bangkit kembali, pinggulnya yang tadi diam mulai bergoyang mengimbangi tusukanku, kian lama goyangannya semakin cepat� aku tak tahan dan merasakan spermaku sudah diujung senjataku�.
Dan tubuhnya kembali mengejang kaku�.. namun entah sadar atau sadar saat dia orgasme kepalanya agak terangkat dan menyedot sedikit menggigit ujung dadaku,,
Akupun tak tahan seluruh otot tubuhku terasa mau putus�. Dan akhirnya aku menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya�.
Sungguh luar biasa nikmatnya bersetubuh�..
Bergegas kami berpakaian kembali, aku yang tidak tenang segera keluar dari kamarku, dan mempersilakan dia tidur.
Aku keruang tengah menghidupkan TV dan membayangkan apa yang baru saja terjadi��.
Malamnya saat mas radi pulang, mereka hanya mengobrol saja, dan yang bikin aku mau loncat kesenangan adalah saat mas radi meminta ijin agar istri mudanya itu bisa tidur dikamarku�..
SELESAI
Pengalaman di kota kelahiran
Sebut saya namaku Sita. Aku adalah seorang cewek ABG yang tahun 2001 ini genap berusia 17 tahun. Aku bersekolah di sebuah sekolah asrama terkenal di kota M di Jawa Tengah. Kata teman-temanku sih aku cukup manis dengan tubuh yang cukup bagus, dan itu dikatakan oleh hampir semua temanku, baik cewek maupun teman cowokku. Memang sih aku merasa sangat PD dengan ukuran dada 36C dan tinggi 167 cm.
Ceritaku bermula saat liburan kenaikan kelas 3 kemarin, yaitu saat aku pulang kampung ke kota kelahiranku, Yogya. Di sana aku bertemu dengan kawan lamaku yang bersekolah di sana, sebut saja namanya Kresna. Dua tahun tak bertemu ternyata membuatnya banyak berubah. Kresna yang dulu orangnya brengsek, sekarang menjadi terlihat menjadi lebih sopan dan ramah sama teman-teman. Waktu kutanya salah seorang sahabatku yang pernah dekat denganku dan kebetulan dia satu sekolah dengan Kresna, dia berkata kalau Kresna memang sudah berubah sejak dia ditinggal cerai orang tuanya. Berhubung dulunya aku pernah naksir sama Kresna, yah... soalnya dia lumayan cakep untuk ukuran cowok, maka aku mencoba untuk mendekatinya lagi, itung-itung kan kesempatan. Maka saat dia sedang duduk sendiri pada salah satu acara reuni yang diadakan di rumah temanku, Mira,aku mencoba ngobrol banyak dengan Kresna mulai dari cerita semasa SMP sampai soal "apa yang telah membuat dia banyak berubah." Eh... ternyata dianya terbuka sekali sama aku, terus terang aku juga kaget saat mendengar cerita tentang keluarganya yang sungguh amburadul. Kresna juga bercerita kalau selama ini yang bisa menghiburnya cuma teman-temannya.
Malam itu, seusai acara reuni di rumah Mira, aku minta pulang diantar Kresna dan dianya tidak menolak. Aku seneng sekali, ternyata ada juga yang mau memperhatikanku.
Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju kamar tidurku di kamar depan. Aku suka kamar itu karena letaknya di sebelah kamar tamu dan dari situ aku bisa melihat pintu gerbang, soalnya aku selalu ingin tahu siapa saja yang datang. Tapi saat itu aku benar-benar berharap kalau Kresna yang datang di malam minggu dan mengajakku jalan-jalan naik motor sport-nya, dan cat kuningnya itu seperti warna kesukaanku.
Kudengar telepon kamarku berdering dan kuangkat, "Hallo? Siapa ya?" begitu biasa kusapa lawan bicaraku di telepon. Dari seberang sana kudengar suara seorang cowok yang sepertinya masih asing bagiku, "Hallo. Ini Kresna, kamu Sita kan?" Begitu kudengar kalau Kresna yang telepon rasanya aku seakan melayang. Sueeerrr dah.. Aku masih bingung kok dia tahu nomor teleponku dan aku pun menanyakannya. Dia mengaku tahu nomerku dari temannya, tapi dia tidak mau memberi tahu siapa. Tanpa ba..bi..bu dia langsung mengajakku jalan-jalan malam minggu berikutnya. Entah kenapa aku langsung mau tanpa berpikir panjang.
Singkat cerita, malam minggu berikutnya Kresna menjemputku jam 7 tepat sesuai janjinya. Kami langsung berputa-putar kota dengan motor NSRR-nya yang berwarna kuning tua itu. Saat memboncengnya itulah kuberanikan diri untuk bersandar pada punggungnya yang bidang. Bahunya yang tampak kekar sungguh membuat hatiku sangat berdebar-debar, belum lagi lengannya yang kekar yang tampak jelas karena ia saat itu hanya mengenakan kaos ketat dengan lengan pendek.
Setelah dinner di angkringan, dia mengajakku untuk ke tempat kost temannya, dan herannya aku manut saja tanpa curiga apa-apa. Di kamar kost temannya itu, dia menawariku secangkir teh hangat. Biar tidak kedinginan, katanya. Pertama sich aku menolak, tapi akhirnya mau aja, soalnya tidak enak karena dia sudah capek-capek masak air buat bikinin aku teh.
Baru kuminum tiga perempatnya, kepalaku langsung puyeng nggak karuan. Aku langsung ingin protes pada Kresna, tapi aku sudah nggak kuat ngomong, apalagi gerak. Akhirnya aku langsung tidak ingat apa-apa lagi. Begitu aku bisa membuka mata lagi, aku sudah dalam posisi terikat di ranjang besi. Kedua tangan dan kedua kaki terikat dengan tali plastik pada keempat sudut ranjang. Aku ingin berteriak, tapi kepalaku masih puyeng dan mulutku juga sudah disumpal kain. Aku benar-benar tidak mengira akan begini jadinya, Kresna yang selama ini kuanggap cowok baik ternyata cuma menginginkan tubuhku saja.
Dengan tenang Kresna mengeluarkan sebilah cutter dari sakunya dan langsung digunakannya untuk merobek bagian depan bajuku. Dengan wajah tanpa dosa, langsung ditariknya kaosku hingga lepas. Aduh, Mak Nyak!! Ternyata dia seorang pemerkosa yang cukup profesional. Sungguh aku terkejut mengetahui hal ini. Dengan malu-malu aku pura-pura tertidur lagi, tapi ternyata dia lebih cerdik. Dia menggelitikiku dengan cutternya sehingga aku merasa sakit. Namun lama-lama aku pun menjadi tidak tahan ketika Kresna meremas kedua payudaraku dengan kakinya. Saat aku baru mencapai puncaknya, tiba-tiba aku mencium sesuatu yang bau dari kakinya. Terus terang aku merasa terganggu namun karena mulutku disumbat maka aku pun diam saja. Kulihat dia sadar akan kekurangannya itu dan segera keluar untuk mencuci kaki.
Setelah masuk kamar, dia melepas kaos oblong dan celana jeansnya, menyisakan celana dalam Hings yang sudah bolong di sana-sini. Dengan cutternya ia berusaha memutuskan tali braku tapi rupanya cutter saja tak cukup kuat, sehingga ia mengambil gunting rumput besar dari laci meja lalu mencoba menggunakannya untuk memutuskan tali braku, tapi tetap tali itu belum mau putus. Setelah lama mencoba, ia pun menyerah lalu ia pun membukanya dengan cara biasa.
Setelah bra-ku terlepas dan buah dadaku telanjang, Kresna langsung diam tak berkedip dan kulihat ia pun mulai mimisan. Tapi dia tidak menyadarinya, sehingga dia tetap nekat menempelkan wajahnya di tengah-tengah payudaraku, dia mulai melancarkan beberapa gigitan kecil pada puting payudaraku. Aku tak mampu menahan geli dan rasa nikmat yang bersamaan, sehingga aku menahan tawa dan desah secara bergantian. Melihat hal itu dia bukannya kasihan tapi malah semakin bersemangat melancarkan serangan-serangan berikutnya.
Kulihat ia semakin tidak sabar melakukan penetrasi terhadapku, kelihatan dari caranya membuka reitsleting celanaku dengan tergesa-gesa. Setelah berhasil, ia justru semakin bingung karena di balik celanaku telah terpasang celana dalam kulit yang dilengkapi dengan kode pengaman. Celana itu sebenarnya adalah Pengaman Anti Pemerkosaan milik kakak perempuanku. Kakak perempuanku baru saja membelinya siang tadi sehingga belum menyetel nomer sandinya, masih 000. Tanpa pikir panjang Kresna mencoba menariknya, tapi gagal. Ia mencoba memotongnya dengan cutter, gagal. Ia mencoba memotong dengan gunting rumput, gagal. Dengan bermandi keringat, ia mengenakan celana panjangnya lalu keluar kamar.
Sesaat kemudian ia kembali dengan seorang temannya yang membawa sebuah gergaji. Ia lalu mencoba memutuskan pengamanku dengan gergaji kayu itu, tapi tetap gagal. Aku hanya berdoa semoga mereka segera menyerah, tapi temen Kresna malah iseng memencet tombol pembuka. Karuan saja kuncinya yang masih terpasang 000 langsung terbuka. Hal itu membuatku semakin pasrah dan sebaliknya,mereka ketawa senang sampai berjingkrak-jingkrak segala.
Melihat kemaluanku yang begitu terawat, Kresna dan temannya saling berebut untuk menjamahnya duluan. Maka setelah "suit" ... ...ternyata Kresna yang menang dan temannya itu menunggu di luar. Aku masih bisa melihat "konaknya" Kresna yang sudah tidak tertahankan lagi. Entah liat dari film BF atau dari mana dia mulai menjilati kemaluanku, dan aku mulai tidak tahan sehingga kakiku mulai menendang-nendang dengan buas hingga ranjang yang kami tempati mulai bergoyang kesana kemari. Namun dia tetap kalem dan tidak merasa terganggu atas tingkahku tadi. Sebentar-sebentar dia melihat wajahku dan karena itulah secara tak sengaja dia menggigit bulu kemaluanku sehingga menyelip diantara giginya. Kulihat dia cukup kerepotan untuk mengambil dengan kukunya, maka dia mulai mencari tusuk gigi dan akhirnya berhasil juga bulu itu keluar dari sela giginya.
Setelah menurutnya pemanasannya cukup, ia melepas celana dalamnya, memperlihatkan penis yang kurus panjang dengan bulu lebat yang disemir pirang dan dikepang dua. Tanpa aba-aba dia langsung mendorongkan burungnya itu dengan susah payah, tapi aku bahkan tak merasa apa pun. Namun demikian, Kresna masih tampak bersemangat menggerakkan pantatnya maju-mundur. Ketika ia melihat ke bawah, ia terkejut karena ia ternyata salah memasukkan burungnya ke dalam lubang di kasur. Ia pun buru-buru menariknya keluar dengan susah payah, lalu langsung mengarahkannya ke sasaran yang tepat, kemaluanku. Dengan sekali hujam, penisnya langsung menembus selaput darakuhingga terasa darah mengalir di kemaluanku. Melihat aku masih perawan, Kresna semakinbersemangat menggerakkan pinggulnya. Hanya selang semenit kemudian ia sudah merem melek, lalu terasa cairan hangat menyembur dalam liang wanitaku. Entah kenapa secepat itu, mungkin terlalu lama pemanasan dengan kasur.
Kulihat Kresna bergegas memakai bajunya dan tak lupa celana dalam serta celana jeansnya, setelah itu dia keluar dari kamar. Dari dalam kamar aku bisa mendengar suara beberapa orang berbicara, aku masih takut dan kesakitan atas apa yang baru saja kualami tadi bersama Kresna, aku cuma bisa berharap semoga kejadian tadi tidak terjadi lagi padaku, namun entah mengapa aku masih merasa nafsu seksku kurang terpuaskan.
Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah teman Kresna yang meminjamkan gergaji kayu tadi, namunitu pun belum cukup karena di belakangnya masih berdiri beberapa oarang lagi. Kemudianaku mulai menghitungnya, satu.. dua... tiga... dan ya ampun!, ternyata ada tujuh termasuk teman Kresna yang tadi. Ternyata mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap cewek sepertiku. Mereka mulai bertelanjang bulat dan pakaiannya berhamburan di mana-mana. Kamar itu menjadi mulai panas sehingga keringatku semakin banyak menetes. Salah seorang diantaranya membuka sumbat mulutku, namun segera menyumbatku lagi dengan batang kemaluannya yang cukup besar hingga aku menjadi tersedak. Aku merasakan ada yang bergerak di dalam kemaluanku, ternyata ada yang memasukkan batang kemaluannya juga di kemaluanku itu. Sepasang payudaraku juga tidak terlewatkan oleh mereka, ada yang mengulum sebelah kiri dan ada yang memainkan lidahnya di puting payudara kananku. Ada seorang yang melepaskan ikatan kakiku dan aku senang sekali. Ternyata aku terlalu cepat senang karena ternyata dia ingin memasukkan penisnya ke dalam anusku, dan yang masih menunggu giliran mencoba untuk menggerayangi tubuhku sambil mencoba mengocok batang kemaluannya sendiri.
Dengan penuh nafsu berahi, mereka bertujuh bergantian memasukkan kemaluan mereka yang beraneka bentuk dan ukuran ke penjuru lubang di tubuhku, mulai dari kemaluan, anus, mulut bahkan sampai pusar dan telingaku pun sempat tersembur sperma mereka.
Setelah bertarung beberapa ronde akhirnya mereka pun satu persatu jatuh tertidur di samping ranjang dengan rasa lelah namun puas. Setelah hari hampir menjelang pagi, Kresna masuk kembali ke kamar lalu dengan tenangnya membersihkan tubuhku, melepaskan ikatanku lalu membantuku memakai pakaianku. Lagi-lagi aku manut saja padanya, kali ini karena shock dan rasa sakit yang menyerangku. Setelah itu ia mengantarku pulang, dan di depan rumahku tak lupa ia memberi ciuman perpisahan yang mesra di pipi dan keningku.
Sekarang aku sudah kembali bersekolah di asrama ini sebagai siswi yang rajin dan baik, tanpa seorangpun tahu pengalamanku ini.
TAMAT
















Tidak ada komentar:
Poskan Komentar